Tak Banyak Kecelakaan, 2017 Jadi Tahun Paling Aman bagi Penerbangan Komersial
To70, dan Jaringan Keselamatan Penerbangan (ASN) menobatkan 2017 sebagai tahun paling aman bagi penerbangan di dunia.
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Tahun 2017 dikatakan menjadi tahun teraman bagi penerbangan komersial lantaran tercatat tidak ada penerbangan sipil yang terlibat kecelakaan mematikan di tahun itu.
Sebuah perusahaan konsultan penerbangan di Belanda, To70, dan Jaringan Keselamatan Penerbangan (ASN) menobatkan 2017 sebagai tahun paling aman bagi penerbangan di dunia.
"2017 menjadi tahun teraman bagi penerbangan sepanjang sejarah," kata Adrian Young dari To70, Senin (1/1/2018).
Baca: Tabungan TKI Korsel Tahun Lalu Tembus Rekor, Berikut Nominalnya
Disebutkan bahwa sepanjang 2017 lalu, nyaris tidak ada korban jiwa yang disebabkan oleh penerbangan komersial.
Menurut estimasi To70, tingkat risiko kecelakaan fatal untuk penumpang penerbangan komersial besar hanyalah sebesar 0,06 per jutaan penerbangan.
Itu artinya, untuk setiap 16 juta penerbangan, kemungkinan hanya satu kecelakaan fatal terjadi.
ASN juga melaporkan bahwa kecelakaan fatal yang menelan korban sepanjang 2017 hanya melibatkan pesawat kargo dan pesawat kecil.
Secara total, ada 10 kecelakaan fatal di dunia penerbangan yang menelan korban jiwa sepanjang 2017, lebih sedikit ketimbang 16 kecelakaan yang pernah terjadi pada 2016.
10 kecelakaan tersebut tercatat menewaskan sebanyak 44 orang di dalam pesawat dan 35 orang di daratan.
Di antara korban jiwa tersebut, kebanyakan merupakan korban tewas dalam insiden pesawat kargo Turki yang jatuh di Kirgizstan, Januari 2017, yang menewaskan 39 orang.
Jumlah korban pada 2017 jauh lebih sedikit ketimbang jumlah korban pada 2016 yang berjumlah 271 orang dan jumlah korban pada 2015 yang berjumlah 471 orang.
Pada 2014, kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hingga kini jejaknya belum diketahui menelan nyawa hingga 864 orang.
Meski kecelakaan penerbangan semakin menurun di 2017, Young mengingatkan bahwa risiko kecelakaan tetap tinggi.
"Risiko terhadap penerbangan sipil tetap tinggi, karena masih ada kemungkinan untuk kecelakaan non-fatal," jelas Young.
Inggris disebut sebagai negara dengan keselamatan penerbangan terbaik, mengingat belum ada kecelakaan fatal yang melibatkan maskapai Inggris sejak 1980-an. (Independent/Reuters)