Dubes Tantowi Harap Target 200 Ribu Turis dari Selandia Baru ke Indonesia Tercapai Tahun 2020

Sementara turis Indonesia juga mengalami peningkatan dari 23.000 ke 28.000 orang tahun lalu

Dubes Tantowi Harap Target 200 Ribu Turis dari Selandia Baru ke Indonesia Tercapai Tahun 2020
Istimewa
Duta Besar Selandia Baru Tantowi Yahya saat pemaparan mengenai Keharmonisan Hubungan Indonesia dan Selandia Baru, serta berbagai peluang dan tantangan kedepan Dihadapan 50 anggota Asia Forum di Wellington, Senin (26/2/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dihadapan 50 anggota Asia Forum di Wellington sore tadi, Senin (26/2/2018), Dubes RI utk Selandia Baru Tantowi Yahya memaparkan segala hal terkait hubungan bilateral Indonesia-Selandia Baru yang tahun ini memasuki usia ke 60.

Dalam paparannya, Tantowi hargai hubungan harmonis yang selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu dan berharap 60 tahun berikutnya menjadi tahun-tahun emas hubungan bilateral kedua negara.

Pada kesempatan kali ini, Tantowi menjadi pembicara tunggal dengan tema: 60 tahun hubungan Indonesia dan Selandia Baru: apa yang unik dari hubungan ini dan apa masa depan untuk hubungan kedua negara.

Acara ini dihadiri oleh diplomat, beberapa diantaranya adalah mantan dubes Selandia Baru untuk Indonesia, akademisi, tokoh masyarakat dan media.

Dalam paparan selama 45 menit, Tantowi menjelaskan hubungan kedua negara yang semakin meningkat di hampir semua bidang khususnya di kerjasama pendidikan, perdagangan, pariwisata dan kebudayaan.

Ekspor Indonesia ke Selandia Baru terus meningkat meski tetap defisit dalam neraca. Total nilai perdagangan kedua negara di tahun 2017 mencapai NZ$ 1.622.130 dengan ekspor Indonesia senilai NZ$ 752.696.

Baca: Pemuda Muhammadiyah: Jangan Sampai Bangsa Ini Urus Kasus Ahok Terus

Jumlah turis Selbar ke Indonesia meningkat tajam dari 75.000 ke 100.000 orang di tahun 2017 lalu.

Sementara turis Indonesia juga mengalami peningkatan dari 23.000 ke 28.000 orang tahun lalu.

Terkait masih rendahnya jumlah orang Indonesia yang berpergian ke Selbar, Tantowi menjelaskan penyebabnya adalah minimnya promosi tentang Selbar di Indonesia dan belum adanya konektivitas langsung yang reguler.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved