Rusia Akan Bekali Suriah Dengan Sistem Baru Pertahanan Udara Lebih Canggih
"Rusia akan segera memasok Suriah dengan sistem pertahanan rudal baru," kata Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi seperti dilansir AP, Rabu (25/4/2018).
Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Pasukan militer Rusia mengindikasikan akan memasok pemerintah Suriah dengan sistem pertahanan udara canggih menyusul kecaman Moskow atas serangan rudal yang diluncurkan Amerika Serikat, Inggris, dan Pdrancis awal bulan ini.
"Rusia akan segera memasok Suriah dengan sistem pertahanan rudal baru," kata Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi seperti dilansir AP, Rabu (25/4/2018).
Baca: Jokowi Bertemu Alumni 212, Tjahjo Kumolo: Jokowi Presiden yang Merangkul Semua Pihak
Pernyataan Rudskoi tersebut tidak menyebutkan jenis senjata, tetapi pernyataannya mengikuti laporan di media Rusia bahwa Moskow sedang mempertimbangkan menjual sistem rudal S-300 ke Suriah.
Pejabat tinggi Rusia mengatakan bahwa dalam serangan udara di Suriah awal bulan ini, Moskow mungkin akan mempertimbangkan kembali janji yang diberikan satu dekade lalu untuk tidak memberikan Suriah dengan sistem S-300.
Baca: Romahurmuziy: Saya Agak Sulit Membayangkan Jika Dipinang Jokowi
Serangan itu merupakan pembalasan terhadap serangan senjata kimia 7 April yang diduga terjadi di kota Douma, dekat Damaskus, yang menewaskan lebih dari 40 orang.
AS, Inggris, dan Prancis menuduh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Baca: PBB dan Uni Eropa Galang Dana Untuk Bantuan Kemanusiaan Suriah
Ketiga negara itu meluncurkan serangan udara ke Suriah, menghantam target sasaran yang diduga tempat timbunan senjata kimia.
Suriah dan Rusia, sekutu penting Assad, dengan tegas menyangkal pemerintah Suriah berada di balik serangan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/s400_20180412_174751.jpg)