Suriah Tolak Permintaan AS Tarik Pasukan Iran

Suriah menolak seruan Amerika untuk menarik pasukan Iran dan militan Hizbullah Libanon dari negara yang dilanda perang itu.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Suriah menolak seruan Amerika untuk menarik pasukan Iran.

Termasuk menolak menarik militan Hizbullah Libanon dari negara yang dilanda perang itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mikdad mengatakan, "Topik tersebut bahkan tidak termasuk dalam agenda diskusi, karena ini menyangkut kedaulatan Suriah," katanya kepada kantor berita Sputnik Rusia, seperti dilansir AP, Rabu (23/5/2018).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah merilis daftar tuntutan minggu ini, untuk kesepakatan nuklir baru dengan Iran.

Termasuk penarikan pasukannya dari Suriah, di mana mereka telah memberikan dukungan penting kepada pemerintah Presiden Bashar Assad.

Baca: Anggota Kerajaan Arab Saudi Marah, Raja Salman Terancam Dikudeta

Rusia merupakan sekutu penting Assad, yang telah melancarkan kampanye udara di Suriah sejak 2015.

"Suriah sangat menghargai dukungan militer Rusia serta penasihat Iran dan Hizbullah," ujar Mikdad.

Presiden Rusia Vladimir Putin memberi catatan bahwa penyelesaian politik di Suriah harus mendorong negara asing untuk menarik pasukan mereka dari sana.

Utusan Putin untuk Suriah, Alexander Lavrentyev, menyebut bahwa pernyataan Putin itu ditujukan kepada AS dan Turki bersama dengan Iran dan Hizbullah.

Rusia mengklaim bahwa pengerahan pasukan disana sebagai pemenuhan undangan pemerintah Suriah, sementara kehadiran militer AS dan lainnya merupakan hal yang ilegal.  [AP]

Berita Populer
Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved