Wartawan CBS News Ungkap Seperti Apa Rasanya Berada di Lokasi Pemusnahan Situs Nuklir Korut

Tracy satu-satunya koresponden siaran berita asal Amerika dari sekitar 20 yang diundang oleh Korea Utara

Wartawan CBS News Ungkap Seperti Apa Rasanya Berada di Lokasi Pemusnahan Situs Nuklir Korut
CBS News
Wartawan CBS News, Ben Tracy meliput penghancuran fasilitas uji coba nuklir Punggye-ri, Korea Utara pekan lalu, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, KOREA UTARA -Korensponden luar negeri CBS News, Ben Tracy memberikan penglihatan jarak dekat pada penghancuran fasilitas uji coba nuklir Korea Utara pekan lalu, pemusnahan yang berorientasi publik ini digambarkan penuh dengan aturan ketat.

Tracy satu-satunya koresponden siaran berita asal Amerika dari sekitar 20 yang diundang oleh Korea Utara. Outlet Amerika lainnya yang hadir ialah CNN.

Seperti yang ia rinci dalam laporan siarannya, pada Minggu, Tracy dan jurnalis yang lainnya menjelajah sekitar 15 jam menggunakan kereta dan mobil untuk melihat penghancuran situs ujicoba nuklir Punggye-ri.

Selama perjalanan kereta, Tracy menyebut ia dan awaknya dipaksa untuk menutup jendela, kemungkinan karena penyelenggara Korea Utara tidak ingin wartawan melihat "bagaimana kehidupan penduduk."

Sesampainya di situs penghancuran, pejabat mempertontonkan ledakan dalam kerumunan kecil. Pejabat meyakinkan wartawan bahwa tidak ada radiasi nuklir yang akan terjadi.

Namun, ia tidak bisa membuktikan klaim dari pejabat karena sebelumnya mereka telah menyita perangkat apapun yang dapat digunakan untuk mendeteksi radiasi.

Wartawan diizinkan menghabiskan 9 jam pada 3 terowongan ujicoba yang dihancurkan itu, tapi Tracy menunjuk bahwa mereka tidak punya cara untuk memastikan jika situs yang dihancurkan tersebut benar-benar untuk proyek nuklir.

"Masalahnya adalah, ini kelompok jurnalis, tidak ada ahli nuklir disana, jadi kita tidak memiliki cara mengetahui jika mereka sungguh melakukan itu semua dihadapan kita untuk membuat situs itu benar-benar tidak dapat digunakan, atau itu hanya menghancurkan pintu terowongan yang nantinya bisa diperbaiki," ujar Tracy, Minggu (27/5/2018).

Pejabat mengingatkan jurnalis bahwa mereka berada di garda terdepan demi transparansi penghancuran, dan mengatakan pemusnahan situs tersebut menunjukan bahwa semua yang mereka inginkan adalah perdamaian.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved