Dari Penusukan di Shinkansen Jepang, Ternyata Kursi Kereta Bisa Dilepas Mudah Dipakai Sebagai Tameng

Umeda meninggal karena membela penumpang lain wanita yang sempat tersayat sedikit oleh pisau Kojima.

Dari Penusukan di Shinkansen Jepang, Ternyata Kursi Kereta Bisa Dilepas Mudah Dipakai Sebagai Tameng
Kyodo
Kursi tempat duduk Shinkansen ternyata bisa dicopot dengan mudah. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Rumah Ichiro Kojima, 22, penusuk Kotaro Umeda, 38, yang meninggal di dalam gerbong 11 kereta api cepat Shinkansen Jepang Sabtu malam lalu digerebeg polisi kemarin (13/6/2018) untuk menyita semua barang bukti yang dicurigai terkait pembunuh tersebut yang mengakui memang sudah merencanakan untuk membunuh siapa saja pakai pisaunya di dalam shinkansen karena stres dalam hidup.

"Umeda meninggal karena membela penumpang lain wanita yang sempat tersayat sedikit oleh pisau Kojima. Umeda ditusuk bagian dada, leher dan bahunya dan meninggal di tempat," ungkap sumber Tribunnews.com Kamis ini (14/6/2018).

Dari kejadian tersebut ada hal menarik yaitu banyak penumpang yang akhirnya mengambil tempat duduk kursi Shinkansen yang ternyata mudah dilepaskan, dipakai sebagai pelindung badannya darei ancaman pisau pembunuh.

"Hal itu dilakukan penumpang setelah diberitahu seorang staf Shinkansen kepada para penumpang," lanjutnya lagi.

Tempat duduk Shinkansen ternyata memang mudah dilepas dan hal itu dimungkinkan untuk memudahkan pembersihan bila ada cacat seperti tertumpah air dan sebagainya sehingga mudah dibersihkan kembali.

Selama ini tempat duduk tersebut memang dimungkinkan untuk dipakai di kala darurat oleh para kru atau staf Japan Railways tetapi tidak ada klausula diperkenankan dipakai pula oleh penumpang untuk kasus darurat.

Selasa lalu (12/6/2018) menteri Transportasi Keiichi Ishii mempertimbangkan untuk pengetatan penumpangh Shinkansen serta kemungkinan pemeriksaan penumpang pula.

Namun jumlah penumpang Shinkansen per hari sekitar 460.000 orang dirasakan tidak mungkin pemeriksaan satru per satu seperti di bandar udara karena akan menghambat jadwal perjalanan kereta api dan berbagai hal.

Pemerintah Jepang masih terus memikirkan upaya keselamatan yang lebih baik agar kasus tersebut tak terjadi lagi di masa mendatang.

Kasus pembunuhan dengan pisau tersebut terjadi Sabtu malam (9/6/2018) pada kereta api Shinkansen dari Tokyo menuju Shin-Osaka.

West Japan Railway Co. (JR West), pengelola Shinkansen tersebut diminta pihak kementerian transportasi untuk mengajukan usulan upaya pengamanan lebih lanjut dinantikan proposalnya selambatnya 11 Juli mendatang di kementerian transportasi.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved