Siapa Bilang Jepang Mahal? Beli Rumah Dua Lantai dan Tanahnya di Fukushima Nol Yen

Perbaikan dimulai dari atap rumah dan dinding serta tepi-tepian rumah. Setelah selesai semua barulah bagian dalam rumah.

Siapa Bilang Jepang Mahal? Beli Rumah Dua Lantai dan Tanahnya di Fukushima Nol Yen
Richard Susilo
Rumah dan tanah serta denah ruangan rumah di Mishima perfektur Fukushima Jepang dengan harga Nol Yen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS Tokyo - Siapa bilang Jepang mahal? Beli rumah beserta tanah dengan luas 8LDK atau sekitar 290 meter persegi dengan harga Nol yen alias gratis di kota Mishima perfektur Fukushima Jepang telah terjual baru-baru ini.

"Saya baru beli tanah dan rumah kuno tersebut, sudah 50 tahun berdiri beberapa bulan lalu, terus saya perbaiki semua, dimulai dari bagian luarnya," papar pembeli rumah tersebut yang tak mau disebutkan namanya khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (18/7/2018).

Perbaikan dimulai dari atap rumah dan dinding serta tepi-tepian rumah. Setelah selesai semua barulah bagian dalam rumah.

"Bagian luar rumah habis sekitar 1,8 juta yen," ungkapnya lagi.

Lalu sistim air habis sekitar 400.000 yen. Lantai rumah dua lantai semua diperbaiki habis sekitar 500.000 yen.

Kemudian bagian dapur diperbaiki habis sekitar 1 juta yen. Bagian Toilet skeitar 800.000 yen, dan bagian ofuro, berendam air mandi habis sekitar 800.000 yen. Total sekitar 5,3 juta yen.

Dari pemerintah perfektur Fukushima bisa peroleh subsidi 1,5 juta tyen dan dari pemerintah daerah kota Mishima dapat subsidi pula 1,5 juta yen.

"Setelah dikurangi subsidi biaya ke luar sekitar 2,3 juta yen, untuk menjadikan rumah kuno itu baru kembali dan cantik serta layak ditinggali kembali," tekannya lagi.

Setidaknya dengan modal nol yen kita sudah bisa memiliki tanah dan rumah tua kuno di Jepang.

Namun perbaikannya menghabiskan sekitar 2,3 juta yen atau sekitar Rp.300 juta. Jangan lupa, orang asing juga boleh memiliki rumah dan tanah di Jepang menggunakan namanya sendiri. Tertarik pindah rumah ke Jepang?

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved