Rusia Minta AS Bebaskan Wanita yang Dituduh Terlibat Spionase terhadap Amerika

Hal itu ia sampaikan dengan maksud untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

zoom-inlihat foto Rusia Minta AS Bebaskan Wanita yang Dituduh Terlibat Spionase terhadap Amerika
TASS
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo (kanan) di Helsinki, Finlandia, 16 Juli 2018

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada mitra Amerika Serikat (AS) pada Sabtu lalu bahwa seorang wanita yang ditangkap di AS atas tuduhan sebagai agen Rusia, harus dibebaskan.

Lavrov mengomentari tentang wanita bernama Maria Butina itu dalam sambungan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Hal itu ia sampaikan dengan maksud untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

Dilansir dari laman Reuters, Minggu (22/7/2018), Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pernyataan setelah berlangsungnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia baru-baru ini.

Baca: Inggris Gunakan Anak-anak Sebagai Mata-mata dalam Operasi Kepolisian

Sementara itu pada Rabu lalu, Hakim AS memerintahkan penahanan terhadap Butina hingga tiba masa persidangannya, setelah Jaksa AS berpendapat bahwa wanita itu memiliki hubungan dengan intelijen Rusia dan bisa melarikan diri dari AS.

Butina dituduh bekerja untuk seorang pejabat Rusia yang memiliki pengaruh kuat serta dua warga AS yang belum diketahui identitasnya.

Ia diduga mencoba menyusup ke organisasi yang membidangi hak-hak pro senjata di AS dan mempengaruhi kebijakan luar negeri AS terhadap Rusia.

Lavrov mengatakan bahwa tindakan pihak berwenang AS yang menangkap Butina 'atas dasar tuduhan palsu', tidak dapat diterima.

Ia pun menyerukan pembebasan harus dilakukan sesegera mungkin terhadap wanita tersebut.

Perlu diketahui, dalam sambungan telepon itu Lavrov dan Pompeo juga membahas mengenai sejumlahcara untuk meningkatkan hubungan bilateral pada 'tingkatan yang setara dan saling menguntungkan'.

Pembahasan itu dilakukan setelah para pemimpin kedua negara bertemu di Helsinki pada Senin lalu.

Kedua Menlu tersebut juga membicarakan kemungkinan perlu dilakukannya upaya bersama yang ditujukan untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Suriah, serta 'tantangan' denuklirisasi Korea Utara.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved