Breaking News:

Remaja dan Pelatih Sepak Bola yang Selamat dari Gua Resmi Jadi Warga Thailand

"Banyak yang lahir di Thailand, tetapi belum memiliki status kewarganegaraan," ujar Somsak.

The Guardian
Tiga remaja dan seorang pelatih tim sepakbola Wild Boars yang sempat terjebak di goa Tham Luang, Thailand resmi diberikan status kewarganegaraan oleh pemerintah Thailand, Rabu (8/8/2018). 

L‎aporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, THAILAND - Tiga remaja dan seorang pelatih tim sepakbola Wild Boars yang sempat terjebak di goa Tham Luang, Thailand resmi diberikan status kewarganegaraan oleh pemerintah Thailand, Rabu (8/8/2018).

Diwartakan The Guardian, Kamis (9/8/2018), meski lahir di Thailand, keempatnya selama ini belum mempunyai status kewarganegaraan sehingga kehilangan sejumlah manfaat dan hak dasar sebagai warga negara tersebut.

Baca: Tiga Remaja Gua Thailand dan Pelatihnya Dapat Kewarganegaraan

Sebagai contoh, mereka tak bisa berpergian keluar dari Chiang Rai, provinsi tempat tinggal mereka.

Wilayah tersebut merupakan rumah bagi etnis minoritas yang berada dekat dengan Myanmar.

"Hari ini, kalian semua adalah warga negara Thailand," kata kepala distrik Mae Sai, Somsak Khanakham seraya menyerahkan kartu identitas nasional mereka.

Baca: Warga Australia Penyelamat Gua Thailand Dapat Lencana Keberanian

Somsak mengatakan, keempatnya mengajukan permohonan sebelum insiden goa terjadi.
Mereka juga memiliki dokumen-dokumen yang diperlukan untuk perubahan status kewarganegaraan.

"Banyak yang lahir di Thailand, tetapi belum memiliki status kewarganegaraan," ujar Somsak.

Kepala pelatih tim "Wild Boars" Nopparat Kanthawong mengatakan, mereka menerima kartu identitas Thailand bersama dengan anggota tim lainnya yang tak terjebak di goa tapi sudah mengajukan permohonan sebelumnya.

"Saya senang. Jika mereka memiliki status kewarganegaraan Thailand, di masa depan, jika tidak ingin bermain sepak bola, mereka dapat mengikuti ujian untuk menjadi pejabat publik atau mencari pekerjaan yang baik yang terkait dengan bidang studi mereka," ujarnya.

Berdasarkan data kependudukan pemerintah Thailand, ada 480.000 orang yang belum memiliki status kewarganegaraan.

Mereka yang tak mempunya status kewarganegaraan tidak dapat menggunakan hak suara, membeli tanah, mencari pekerjaan hukum, bekerja di profesi tertentu atau bepergian dengan bebas.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved