Asian Games 2018

Yordania Kritik Perolehan Medali Emas Indonesia yang Banyak Diperoleh dari Pencak Silat

Sekjen JOC, Nasser Majali, dalam wawancara dengan situs olahraga insidethegames, mengatakan medali emas dari pencak silat "tidak punya nilai".

Yordania Kritik Perolehan Medali Emas Indonesia yang Banyak Diperoleh dari Pencak Silat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pesilat Indonesia Wewey Wita (sabuk biru) saat melawan pesilat Vietnam Thi Them Tran pada final nomor Tarung Putri Kelas B (50-55Kg) di JIEXPO kemayoran, Jakarta, Rabu (29/7/2018). Wewey Wita berhasil mengalahkan atlet Vietnam dan berhak atas medali emas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Saat menggelar Asian Games 1962, Indonesia meraih 11 emas.

Majali mengatakan Indonesia akan kesulitan mengulangi prestasi yang dicatat di Asian Games 2018 karena pencak silat, "tambang medali emas" bagi Indonesia tidak dipertandingkan di Asian Games mendatang.

"Mereka tidak akan pernah mengulang prestasi ini. (Pencapaian di Asian Games 2018) didapat melalui jalan nonorganik," kata Majali.

Bukan sekali ini Indonesia berjaya di cabang pencak silat.

Di SEA Games 2011, Indonesia menyabet sembilan dari 18 emas yang tersedia.

Majali mengatakan memasukkan satu cabang olahraga di mana negara-negara lain sulit untuk bersaing mendapat medali adalah "tidak adil".

Ia menyamakannya dengan negara yang melakukan naturalisasi atlet dari negara lain untuk meningkatkan kans mendapatkan medali.

"Memilih cabang olahraga di mana Anda sangat mendominasi atau mendatangkan atlet (naturalisasi atlet dari negara lain) menurut saya tidak punya nilai," kata Majali.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved