Kisah Preman Tobat: Dulu Terlibat Kasus Pembunuhan, Kini Buka Warung Mi dan Bagikan Makanan Gratis
Mantan preman asal Taiwan kini berusaha menebus kesalahannya di masa lalu dengan membantu keluarganya serta memberikan mi gratis bagi warga miskin.
(TribunTravel.com/Tiara Shelavie)
TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap orang mungkin pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.
Sebesar apapun kesalahan yang pernah dilakukan, pasti ada cara untuk kembali ke jalan yang benar.
Pria bernama Yen Wei-shun ini pun sama.
Ketika memiliki kesempatan untuk berubah menjadi orang yang baik, ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Mantan preman asal Taiwan ini kini berusaha menebus kesalahannya di masa lalu dengan membantu keluarganya serta memberikan mi gratis bagi rakyat miskin.
Seperti yang dilaporkan Channel NewsAsia, Yen bergabung dengan gerombolan preman di usia yang sangat muda.
Saat umur 15 tahun saja, ia sudah terlibat kasus pembunuhan hingga harus dipenjara selama 4,5 tahun.
Setelah keluar dari penjara, Yen masih aktif di gengnya.
Ia pun kembali ditangkap dan dihukum atas kepemilikan senjata illegal.
Namun, ia berhasil lolos dengan hukuman percobaan.
Saat itulah Yen sadar, itulah kesempatan kedua baginya.
Kini Yen memiliki usaha kuliner yang dikelolanya bersama keluarga.
Ia menjual mi dengan harga 80 dolar Taiwan (Rp 38.000) untuk pelanggan reguler.
Mereka pun bisa mendonasikan ekstra 75 dolar Taiwan (Rp 36.000) untuk membayar semangkuk mi yang nantinya akan disajikan pada orang yang tak mampu membeli mi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yen-wei-shun_20180911_134937.jpg)