Buntut Serangan Teror Saat Parade Militer, Iran Tarik Diplomat dari Denmark, Belanda, dan Inggris

"Kami menyadari itu adalah serangan teroris ketika pengawal mulai menembak," ujar Behrad Ghasemi kepada AFP.

Twitter Menteri luar negeri Mohammad Javad Zarif
Serangan teror kelompok bersenjata saat parade militer tahunan di Iran, Sabtu (22/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, TEHRAN - Pemerintah Iran langsung bereaksi dengan memanggil diplomatnya dari Denmark, Belanda, dan Inggris tak lama setelah terjadinya serangan teror membabibuta dari kelompok bersenjata saat berlangsung parade militer tahunan di Iran, Sabtu (22/9/2018).

Hal itu dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qasemi.

Baca: Haringga Sempat Minta Tolong Tukang Bakso Sebelum Tewas Dikeroyok Jelang Laga Persib VS Persija

"Ini tidak dapat diterima bahwa Uni Eropa tidak blacklist anggota kelompok-kelompok teroris selama mereka tidak memperbuat kejahatan pada... Tanah Eropa," ucapnya .

Menteri luar negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan dilakukan sekelompok teroris yang direkrut, dilatih, dipersenjatai, dan dibiayai rezim asing.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di kota barat daya Ahvaz tersebut.

Baca: Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknom Bobotoh, Persija Surati Pemerintah

Sementara para pejabat Iran menyalahkan rezim asing yang didukung Amerika Serikat (AS).

Seorang wartawan lokal yang menyaksikan serangan mengatakan tembakan terdengar selama 10 hingga 15 menit.

Dijelaskan setidaknya satu dari para penyerang membawa senapan serbu Kalashnikov dan mengenakan seragam pengawal Revolusioner Iran.

"Kami menyadari itu adalah serangan teroris ketika pengawal mulai menembak," ujar Behrad Ghasemi kepada AFP.

"Semuanya porak-poranda dan tentara mulai berlarian," ujarnya.

Baca: Haringga Sirilla Korban Tewas Keenam di Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Ini Daftarnya

"Para teroris tidak memiliki target tertentu dan tidak benar-benar peduli karena mereka menembak siapa pun yang mereka bisa dengan cepat tembak," lanjut dia.

Ahvaz terletak di Khuzestan, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Irak.

Sebelumnya diberitakan, serangan militan itu menewaskan minimalnya 25 orang dan melukai lebih dari 60 orang, menurut kantor berita IRNA.

Dikatakan kelompok bersenjata mengenakan seragam militer dan menargetkan pangung VIP di mana pimpinan militer dan polisi duduk. (France 24/AFP/AP)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved