Tiongkok dan Rusia Bantu Korut Ajukan Peninjauan Sanksi Soal Denuklirisasi
Sementara itu pada Selasa lalu, Morgulov menghadiri upacara di Kedutaan Korut di Moskow untuk menandai 70 tahun hubungan diplomatik
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Korea Utara, Tiongkok dan Rusia telah menyerukan pengurangan sanksi yang diberikan terhadap Korea Utara (Korut). Kementerian Luar Negeri Rusia pun mengumumkan pernyataan bersama pada Rabu kemarin.
Dikutip dari laman NHK World, Kamis (11/10/2018), dokumen pernyataan tersebut didasarkan pada hasil diskusi antara Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Korut Choe Son Hui, Wamenlu Tiongkok Kong Xuanyou dan Wamenlu Rusia Igor Morgulov di Moskow, Rusia pada Selasa lalu.
Dalam dokumen itu, mereka menyetujui bahwa denuklirisasi Semenanjung Korea harus dilanjutkan secara bertahap disertai langkah-langkah timbal baliknya.
Selain itu dalam dokumen itu pula, mereka menyatakan perlu dimulainya peninjauan kembali terhadap sanksi yang diberikan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB), atas dasar pertimbangan langkah penting Korut menuju denuklirisasi.
Sementara itu pada Selasa lalu, Morgulov menghadiri upacara di Kedutaan Korut di Moskow untuk menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara Rusia-Korut.
Ia mengatakan, Rusia siap untuk bekerjasama secara erat dengan negara yang dipimpin Kim Jong Un itu dalam menyelesaikan permasalahan nuklir dan beberapa persoalan lainnya.
Korut, Tiongkok dan Rusia tampaknya semakin menunjukkan persatuan sebelum pertemuan kedua antara Korut dan Amerika Serikat (AS) digelar. Agenda pertemuan kedua itu pun hingga ini masih dalam tahap perencanaan.
Sumber: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20181011_01/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wakil-menteri-luar-negeri-rusia-igor-morgulov_20181011_113943.jpg)