Pilpres 2019

Jaringan Kiai Santri Nasional akan Sasar 1,3 Juta Pemilih di Malaysia untuk Jokowi-Maruf Amin

JKSN cabang istimewa Malaysia mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Kiai Ma'ruf Amin

Jaringan Kiai Santri Nasional akan Sasar 1,3 Juta Pemilih di Malaysia untuk Jokowi-Maruf Amin
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) cabang istimewa Malaysia melakukan deklarasi dukungan untuk pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Kiai Ma'ruf Amin, di Hotel Adamson, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (21/10/2018). 

Ada sebanyak 1,3 juta WNI di Malaysia yang ditargetkan akan digarap oleh JKSN Cabang Istimewa ini.

Mereka akan melakukan sejumlah upaya untuk melakukan pendekatan dan menyimbangkan suara untuk Jokowi-Ma'ruf.

"Segmen yang jadi sasaran kita ada 1,3 juta orang WNI di Malaysia. Strategi kami, selain di sini banyak paguyuban, juga banyak banom NU dan kebanyakan sudah condong ke Kiai Ma'ruf, maka kami optimis bisa tercapai target kemenangan," pungkas Nur Alamin.

Ketua JKSN Kiai M Roziqi mengatakan, dalam deklarasi ini banyak yang bergabung. Mulai elemen lulusan pesantren, tenaga kerja, maupun kalangan keprofesian.

Mereka sama-sama mendeklarasikan diri untuk mau berjuang dalam satu wadah JKSN memenangkan pasangan capres incumbent tersebut.

"Targetnya bisa meraih suara 80 persen warga negara Indonesia yang ada di Malaysia. Karena ini komitmen mari berjuang bersama," kata Roziqi.

Roziqi juga menyampaikan bahwa Jokowi selama memimpin banyak memberikan manfaat bagi warga masyarakat dalam negeri maupun WNI yang ada di luar negeri. Sehingga butuh didukung agar bisa melanjutkan pemerintahannya lima tahun lagi.

Begitu juga dengan Kiai Ma'ruf yang merupakan mantan Rais Aam PBNU.

Roziqi mengatajan banyak pandangan miring lantaran Kiai Ma'ruf mau dijadikan sebagai cawapres Jokowi. Atas pandangan itu, Roziqi justru ingin meluruskan.

"Banyak yang tanya Kiai Ma'ruf sudah Rais Aam kok masih mau jadi wakil presiden. Bukan hanya ingin diundang atau diminta memberikan nasihat kalau dipanggil saja."

"Tapi justru beliau ingin bisa memberikan nasihat selalu pada pak presiden jika nanti berhasil menjadi wapres," ulas Roziqi.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved