Rusia Kecam Rencana Amerika Tinggalkan Kesepakatan Senjata Nuklir

Pemerintah Rusia menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bakal meninggalkan perjanjian senjata nuklir

Rusia Kecam Rencana Amerika Tinggalkan Kesepakatan Senjata Nuklir
AP
Ilustrasi rudal 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Pemerintah Rusia menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bakal meninggalkan perjanjian senjata nuklir era Perang Dingin sebagai langkah yang berbahaya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menuduh Washington telah mempertaruhkan penghukuman internasional hanya demi mendapat supremasi total di bidang militer.

Baca: Pengumuman Resmi BKN, Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Bisa Download PDF

"Ini akan menjadi langkah yang sangat berbahaya," kata Ryabkov, Minggu (21/10/2018), seperti dilansir AFP.

Ryabkov bersikeras bahwa Moskwa telah mengawasi secara ketat Kesepakatan Persenjataan Nuklir Jarak Menengah atau yang dikenal dengan INF, yang telah berlangsung selama tiga dekade.

Dia juga menuduh Washington telah melakukan pelanggaran yang mencolok. 

Kini, Ryabkov mengharapkan kepada pemerintah AS akan dapat memberikan penjelasan secara lebih lengkap dan jelas tentang rencana yang disampaikan Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan bahwa AS akan meninggalkan kesepakatan tersebut dengan menuduh Rusia telah sejak lama melanggar perjanjian.

"Rusia telah melanggar perjanjian itu selama bertahun-tahun. Kami tidak akan membiarkan mereka melanggar perjanjian nuklir dapat bebas dan melakukan (pengembangan) senjata sementara kami tidak bisa," kata Trump.

Pernyataan Trump tersebut mengacu pada peluncuran misil 9M729 buatan Rusia yang dianggap Washington mampu mencapai jarak lebih dari 500 kilometer, sehingga melanggar kesepakatan INF.

Kesepakatan INF melarang negara penanda tangan untuk mengembangkan misil bermuatan nuklir yang mampu menjangkau jarak 500 hingga 5.500 kilometer. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dengan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia: Rencana AS Tinggalkan Kesepakatan Senjata Nuklir Langkah Berbahaya"
Penulis : Agni Vidya Perdana

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved