Breaking News:

Tiga Tahun Terakhir, 85 Ribu Anak di Yaman Mati Kelaparan

Sebuah lembaga kemanusiaan menemukan 84.701 anak mungkin mati kelaparan antara periode April 2015 hingga Oktober 2018.

Dailymail.co.uk
Anak-anak korban perang di Yaman. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sekitar 85 ribu anak di Yaman mati kelaparan sepanjang tiga tahun terakhir.

Sebuah lembaga kemanusiaan menemukan 84.701 anak mungkin mati kelaparan antara periode April 2015 hingga Oktober 2018.

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Save the Children mengevaluasi tingginya angka kematian kelaparan anak terjadi pada umur dibawah lima tahun.

"Kami merasa ngeri bahwa sekitar 85.000 anak di Yaman meninggal karena kelaparan ekstrim sejak perang dimulai," kata Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman seperti yang dilansir dari Aljazeera, Rabu (21/11/2018).

Anak-anak yang mati kelaparan tersebut akan mengalami sakit terlebih dulu, seperti gangguan pada organ vitalnya yang kemudian tiba-tiba saja bisa meninggal dunia.

Sejak intervensi militer Saudi-Emirati pada Maret 2015 di Yaman, impor makanan melalui pelabuhan Hodeidah berkurang hingga 55.000 ton per bulan.

Baca: Cerita di Balik Penangkapan Hercules di Rumahnya

Pasokan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan 4,4 juta orang, termasuk 2,2 juta anak-anak.

World Food Programme atau Program Pangan Dunia mengatakan sebanyak 14 juta warga Yaman beresiko menderita kelaparan dengan adanya perseteruan dengan Hodeidah.

"Setiap penurunan impor lebih lanjut kemungkinan bisa berisiko langsung kepada kelaparan," kata tim Program Pangan Dunia.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved