Buntut Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi, Denmark Hentikan Ekspor Senjata Ke Arab Saudi

Denmark ambil sikap terhadap Arab Saudi terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan peran kerajaan Saudi dalam konflik di Yaman.

ABC.net.au
Fakta baru seputar pembunuhan Jamal Khashoggi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, COPENHAGEN - Denmark ambil sikap terhadap Arab Saudi terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan peran kerajaan Saudi dalam konflik di Yaman.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Denmark telah menghentikan perpanjangan ekspor senjata dan perlengkapan militer ke Arab Saudi.

Demikian Kementerian Luar Negeri Denmark menyampaikan pada Kamis (22/11/2018).

"Dengan kemerosotan situasi yang sudah mengerikan di Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, kita sudah berada dalam situasi yang baru," kata Menteri luar negeri Anders Samuelsen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Kamis (22/11/2018).

Sikap Denmark ini mengikuti Jerman yang telah lebih dahulu menangguhkan perpanjangan kerjasama ekspor senjata dan telah bergerak untuk menghentikan semua penjualan.

Sementara Perancis mengatakan akan menentukan segera sanksi atas pembunuhan Khashoggi pembunuhan di Konsulat Arab Saudi di Istanbul bulan lalu.

Arab Saudi adalah salah satu dari importir senjata terbesar di dunia.

Arab Saudi merupakan pimpinan koalisi militer yang bertempur dalam perang saudara di Yaman di mana puluhan ribu orang telah tewas dan menyebabkan bencana kemanusiaan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu memuji Arab Saudi karena membantu untuk menurunkan harga minyak.

Tapi tekanan intensif terus ditujukan kepada AS untuk segera memberikan sanksi lebih keras pada sekutunya di Timur Tengah itu dalam kaitan kasus pemububuhan Khashoggi.

Sebelumnya Jerman menginginkan negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengikuti jejaknya untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi terkait kasus tewasnya Khashoggi.

“Pemerintah bersepakat tidak akan menyetujui ekspor senjata lanjutan kepada Arab Saudi untuk saat ini karena kami ingin tahu apa yang terjadi,” ujar Altmaier, pada Senin (22/11/2018)>

Sejauh ini, pemerintah Jerman telah menyetujui penjualan senjata senilai sekitar 400 juta euro atau sekitar Rp7 triliun kepada Arab Saudi.

Hal ini membuat negara padang pasir ini menjadi negara kedua terbesar pembeli senjata Jerman setelah Aljazair.(Reuters)

Berita Populer
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved