Breaking News:

Polemik Yerusalem

Mahathir Mohamad: Yerusalem Harus Tetap Seperti Sekarang dan Bukan Ibu Kota Israel

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang berhak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

TRIBUN/HO
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. 

"Tidak ada pembagian antara timur dan barat kota di Yerusalem. Yerusalem adalah satu kesatuan, bersatu," lanjutnya.

"Kendali Israel terhadapnya adalah abadi. Kedaulatan kami tidak akan dipartisi atau dirusak. Kami berharap Australia segera menemukan cara untuk memperbaiki kesalahan yang dibuatnya," tambah Hanegbi.
Kritik juga datang dari Otoritas Palestina yang menyebut pemerintah Australia telah bertindak picik.

"Seluruh Yerusalem tetap menjadi masalah status akhir untuk negosiasi, sedangkan Yerusalem Timur, di bawah hukum internasional, merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki," kata Kepala Negosiasi Palestina, Saeb Erekat.

Sebelum Australia, negara lain seperti Guatemala dan Paraguay juga telah mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, mengikuti jejak Amerika Serikat.

Namun, Paraguay mencabut keputusan tersebut setelah terjadi perubahan kepemimpinan.

Penulis : Agni Vidya Perdana

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mahathir: Tidak Ada Negara yang Berhak Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved