Terbongkar Ternyata AS Mau Bawa Bom Atom dari Okinawa Jepang ke Vietnam

Duta Besar Jepang untuk AS Shimoda sangat kaget dengan permintaan mendadak AS di luar kesepakatan pengembalian Okinawa ke Jepang itu.

Terbongkar Ternyata AS Mau Bawa Bom Atom dari Okinawa Jepang ke Vietnam
Jiji
PM Jepang Eisuke Sato menerima kunjungan Dewi Soekarno di Kantor PM Jepang tanggal 6 Januari 1966 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO -Terbongkar saat ini (19/12/2018) saat diungkapkan dokumen rahasia pertukaran antara kementerian luar negeri Jepang dengan kedutaan Amerika Serikat (AS) di Jepang bahwa tanggal 27 Juni 1969 pihak AS mendadak minta ijin ke Jepang agar diperkenankan membawa bom atom dari pangkalan militer di Okinawa ke Vietnam.

"Tiga tahun sebelum AS membebaskan Okinawa, mendadak ada permintaan pihak AS ke kementerian luar negeri Jepang," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (19/12/2018).

Duta Besar Jepang untuk AS Shimoda sangat kaget dengan permintaan mendadak AS di luar kesepakatan  pengembalian Okinawa ke Jepang itu.

"Sakit rasanya saya melihat permintaan tersebut dan saat pulang ke Jepang segera melapor ke PM Jepang Eisuke Sato dan para menteri pasti akan sibuk sekali menghadapi hal ini," ungkap Shimoda dalam dokumen rahasia  tersebut.

Kemudian bulan Juli 1969, tig atahun sebelum pengembalian Okinawa ke Jepang, Direktur Divisi Timur militer AS menyurati Shimoda menyatakan, "Mungkin susah memutuskan   apa yang kita minta tersebut," tulisnya.

Associate Professor Takuma Nakajima dari Ryukoku University, ahli Okinawa mengungkapkan kepada NHK, "Itu dokumen rahasia sangat penting bagi negara saat negosiasi pemindahtanganan ke Jepang dan saya yakin Duta Besar Shimoda berat sekali mungkin memutuskan permintaan AS tersebut."

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved