BBC

Laga-laga panas Piala Asia 2019 yang merembet sampai ke luar lapangan

Pertandingan sepak bola Piala Asia yang berlangsung di Uni Emirat Arab memiliki dampak geopolitik dan diplomatik, dan akan menghadirkan sejumlah

Persaingan olah raga sudah lama berlangsung - kedua tim telah tiga kali memenangkan Piala Asia AFC. Saudi terakhir kali memenangkannya pada tahun 1996, tetapi ketidaksukaan lebih terkait dengan hubungan geopolitik kedua negara.

Saat ini ketegangan terutama karena perang di Suriah, di mana Teheran mendukung pemerintahan sesama Islam Syiah, Bashar Al-Assad.

Ketidaksukaan terjadi juga di lapangan. Pada tahun 2016, Arab Saudi mengumumkan tidak akan bertanding di Irak setelah terjadinya penyerangan terhadap misi diplomatik negara itu di Teheran.

Kisah dua Korea

Dukungan unifikasi menurun di Korea.
Getty Images
Dukungan unifikasi menurun di Korea.

Perdamaian yang rapuh Korea seharusnya dapat terlihat di lapangan, bukan? Ternyata hal itu tidak terlalu nyata.

Adalah biasa bagi warga Korea untuk mendukung kedua tim. Pemain Korea Utara, Jong Tae-se, juga sama populernya di selatan.

Media Korea Utara merayakan keberhasilan Korsel karena turut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002, dan timnya mencapai semi final - yang pertama kalinya untuk negara Asia.

Kedua negara Korea ini akan bertanding di Asian Cup 2019.

Israel dilarang AFC pada tahun 1974.
Getty Images
Israel dilarang di AFC pada tahun 1974.

Israel, bangsa "Eropa"

Sebenarnya bukannya tidak pernah terdengar sebelumnya bahwa terdapat tim sepak bola internasional yang "diposisikan kembali".

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved