Strategi Pemerintah Jepang Menghancurkan Yakuza Lewat Pajak Mulai Terlihat

Kudokai benar-benar dihabisi padahal dulu luar biasa kuat dan sangat ditakuti di KitaKyushu.

Strategi Pemerintah Jepang Menghancurkan Yakuza Lewat Pajak Mulai Terlihat
Nishi Nihon
Markas besar Kudokai, mafia Jepang (yakuza) terbesar di Kita Kyushu (selatan) jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM TOKYO -  Lima tahun lalu mafia Jepang (yakuza) masih ragu-ragu penahanan 15 pimpinan Kudokai Yakuza terkuat di Kita Kyushu dengan jeratan kasus pajak. Kini semua berubah membuat strategi yakuza menghadapi pemerintah pun berubah pula.

"Dulu masih dianggap mungkin main-main, nanti tak lama juga ke luar dari penjara. Ternyata kenyataan tidak demikian. Bahkan markas besar Kudokai harus dijual dan disita negara Jepang karena pimpinannya tidak bayar pajak dengan benar," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (23/1/2019).

Kudokai benar-benar dihabisi padahal dulu luar biasa kuat dan sangat ditakuti di KitaKyushu.

Namun setelah pimpinannya termasuk big bos dan 3 pemimpin lainnya masuk penjara, bawahannya pontang panting tak keruan, bahkan tidak sedikit yang lari ke Kanto (Tokyo dan sekitarnya).

Strategi pemerintah menhabisi Yakuza lewat pajak sudah sejak sekitar 7 atau 8 tahun lalu.

Namun pihak yakuza belum sadar hal tersebut dan masih menganggap kecil. Namun setelah kenyataan satu kelompok besar yakuza berantakan gara-gara pajak, kini semua kelompok yakuza sangat hati-hati soal pajak.

"Persembunyian tetap saja jalan, uang tunai disimpan disembunyikan. Namun kalau sudah mikajimeryo (uang proteksi yakuza) dalam jumlah besar, biasanya jadi bingung mereka karena resiko tinggi tenteng-tenteng uang jutaan bahwa miliaran tunai. Selama ini transfer bank. Namun transfer bank kini pasti disorot pihak pajak dan menjadi awal kejatuhan kelompok yakuza."

Tentu saja transfer akun bank pun menggunakan nama orang tak dikenal, karena UU Anti Yakuza yang ada tidak memungkinkan anggota yakuza membuka akun banknya sendiri.

Namun penggerebekan polisi ke markas-markas organisasi yakuza menemukan berbagai buku ban dan ketahuan semua arus uang sehingga jeratan pajak menjadi paling ampuh untuk menghancurkan yakuza. Strategio baru yang sudah dirancang sekitar 7 atau 8 tahun lalu dan kini kelihatan buahnya.

Artinya apa kalau demikian? Yakuza sudah jauh semakin sulit bergerak, terutama terkait uang besar. Mau disembunyikan ke mana uang miliaran yen yang dimiliki kelompok yakuza?

Salah satu cara adalah penyimpanan di luar Jepang, money laundering dan salah stau targetnya adalah Indonesia karena dianggap hukumnya masih lemah, serta petugas mudah disogok, ungkap sumber itu lagi.

Selain itu bunga bank jug abesar sekitar 0,5% per bulan sedangkan di Jepang praktis 0,001% per tahun sangat kecil sekali.

Kelihatan sekali kini strategi yakuza menjadi berubah untuk bisa survive, untuk bisa tetap hidup panjang usia, dan sementara target penyimpanan uang adalah di negara luar Jepang.

Info lengkap mengenai yakuza silakan baca di www.yakuza.in

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved