BBC

Mengapa banyak orang percaya dengan teori konspirasi?

Sejumlah orang meyakini berbagai peristiwa di dunia merupakan hasil rekayasa yang tidak sesuai dengan versi resminya. Mengapa demikian?

"Orang merasa bagian dari kelompoknya, dan ini juga berarti orang tidak menyukai anggota kelompok lainnya," kata Profesor Sara Hobolt dari London School of Economics (LSE).

Remainers dan Leavers sering kali mengartikan dunia secara berbeda.

Misalnya ketika dihadapkan pada fakta ekonomi yang sama, Remainers kemungkinan akan mengatakan kinerja ekonomi buruk, sementara Leavers mengatakan keadaan baik.

Teori konspirasi hanyalah bagian dari hal ini.

"Leavers yang menjelang referendum, memandang mereka akan kalah kemungkinan besar akan berpikir referendum direkayasa," kata Prof Hobolt.

"Dan hal itu kemudian benar-benar berbalik setelah hasil referendum diumumkan, karena pada saat itu Remainers yang dikalahkan."

Tidak ada jalan keluar

Kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi ketika mengetahui bahwa teori konspirasi terkait dengan pemikiran politik. Tetapi hal ini seharusnya tidak perlu mengejutkan.

"Sering kali kita membuat keyakinan dalam cara yang mendukung apa yang kita inginkan sebagai suatu kebenaran," kata Bartels.

Dan mengetahui lebih banyak informasi tidaklah membantu: "Orang yang sering kali menjadi korban prasangka ini adalah orang yang terlalu memperhatikan banyak hal."

Bagi kebanyakan orang, terdapat sedikit alasan mendapatkan fakta politik yang benar karena suara perseorangan Anda tidak akan mempengaruhi kebijakan pemerintah.

"Saya tidak berisiko saat memiliki pandangan politik yang tidak benar," kata Bartels.

"Jika saya merasa lebih senang saat berpikir Woodrow Wilson seharusnya dapat mencegah serangan hiu, maka imbalan kejiwaan mempercayainya kemungkinan lebih besar dibandingkan hukuman apapun yang dapat saya alami jika pandangan tersebut salah."

Pada akhirnya, kita ingin merasa nyaman, bukannya merasa benar.

Karena itulah teori konspirasi datang dan pergi, dan juga mengapa konspirasi akan selalu menjadi bagian dari kisah yang kita ceritakan terkait dengan peristiwa politik.


Analisis ditulis oleh pakar atas permintaan BBC .

James Tilley adalah guru besar ilmu politik dan Fellow of Jesus College, Universitas Oxford.


Editor: Duncan Walker

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved