Breaking News:

Konferensi GWRA Washington, Pita Putih Indonesia Gelorakan Ibu Sehat, Indonesia Sehat

Peran ibu di tengah-tengah keluarga sangat luar biasa dan tak ada yang bisa menggantikan.

Ist/Tribunnews.com
Suasana di sela-sela pertemuan Tahunan Komisi Status Perempuan (Commission on the Status of Women atau CSW) 2019 ke-63 di New York, Amerika Serikat. 

PPI merupakan afiliansi Pita Putih Internasional atau GWRA yang mendukung keselamatan dan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas.

Saat ini sebanyak 187 negara telah bergabung didalamnya dan 15 diantaranya telah memiliki sekretariat nasional termasuk Indonesia.

Hadir bersama dengan Ketum PPI di Washington DC diantaranya Dr. Srihartati P. Pandi.,MPH, Dra. Rieny Hardjono.,MPA, Ir. Dina Sintadewi Landini, Ir. Wincky Lestari dan DR.dr. Lucy Widasari,MSi.

Menurut Giwo Rubiyanto Wiyogo, PPI dan GWRA akan mengadakan pertemuan dalam rangka pembahasan strategic plan PPI agar sesuai dengan rencana strategis global, peringatan 20 tahun GWRA dan PPI serta membahas rencana diselenggarakannya GWRA meeting di Indonesia pada tahun 2020.

Selain itu juga membahas kegiatan Self Care (peduli kesehatan mandiri) mengacu pada kegiatan yang dilakukan individu, keluarga maupun masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit mengurangi terjadinya penyakit, serta berdaya memulihkan kesehatan diri sendiri serta anak-anaknya.

"Perdarahan merupakan penyebab tersering kematian ibu. Perdarahan tersebut bisa dialami oleh ibu baik saat sedang hamil, saat persalinan dan dalam masa pemulihan selama 40 hari setelah melahirkan (masa nifas),"ujar Giwo disela-sela konferensi internasional di Washington DC, Rabu (20/3/2019).

Menurutnya, berbagai penyebab perdarahan dapat terjadi pada masa kehamilan, saat persalinan maupun masa nifas. Penyebab perdarahan yang dapat terjadi pada masa kehamilan diantaranya keguguran yang disengaja (dan dilakukan oleh dukun), minum obat atau ramuan jamu pengguguran kandungan secara sengaja.

Keguguran yang terjadi secara spontan dan tidak segera mendapat perawatan oleh tenaga kesehatan, kelainan letak tempat tertanamnya ari-ari pada tempat yang menutupi jalan lahir (plasenta previa), lepasnya ari-ari sebelum bayi lahir (solutio plasenta), maupun pertolongan persalinan dilakukan oleh dokter dan di rumah sakit maupun trauma fisik atau akibat tindakan kekerasan pada daerah perut ibu hamil.

Sedangkan penyebab perdarahan pada masa persalinan, kata Giwo, dapat diakibatkan oleh proses persalinan yang tidak aman ditolong dukun yang tak terlatih, usia ibu terlalu muda (kurang dari 20 tahun), ibu terlalu tua (lebih dari 35 tahun) serta kondisi fisik ibu bila tidak terjaga, melahirkan anak dengan jarak terlalu dekat, terlalu sering melahirkan, kondisi kesehatan ibu akibat penyakit kronis dan anemia (kurang darah) gizi buruk, gangguan pembekuan darah serta gangguan kelemahan kontraksi otot rahim setelah bayi dan ari-ari lahir.

"Penyebab perdarahan pada masa nifas dapat diakibatkan karena minum ramuan obat atau jamu yang tidak aman untuk ibu baik setelah keguguran maupun setelah melahirkan, luka jahitan jalan lahir yang terbuka, pijat daerah perut ke dukun, gizi buruk dan lemahnya kontraksi rahim selama masa pemulihan,"ungkap Giwo.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved