Mendapat Tekanan dari AS dan NATO, Turki Tegaskan Telah Sepakat Beli S-400 dari Rusia
"Kami telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia dan kesepakatan ini sah," katanya
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Turki mengaku telah mencapai kesepakatan dengan Rusia terkait pembelian sistem pertahanan S-400.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan penolakan Ankara atas tekanan dari AS maupun negara sekutu NATO lainnya yang gencar menentang rencana pembelian S-400 Rusia oleh Turki.
Baca: Lira, mata uang Turki terjun bebas, Erdogan sebut ini ulah Amerika Serikat dan Barat
"Kami telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia dan kesepakatan ini sah. Saat ini kami sedang membahas untuk proses pengiriman," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dalam konferensi pers di kota Antalya, Jumat (29/3/2019).
"Kami memiliki perjanjian dengan Rusia dan kami terikat dengannya," tambah Cavusoglu.
Cavusoglu mengatakan tekanan yang datang dari negara lain telah bertentangan dengan hukum internasional.
Pengiriman pertama untuk sistem pertahanan S-400 dari Rusia ke Turki diharapkan dapat terlaksana pada Juli mendatang.
Pemerintah di bawah Recep Tayyip Erdogan telah memicu kemarahan negara sekutu Turki di NATO, terutama AS, dengan pembelian persenjataan dari Rusia dan mendekatkan diri pada Presiden Vladimir Putin.
Washington juga telah memperingatkan Ankara, bahwa langkah pembelian persenjataan Rusia dapat mendatangkan sanksi dan menghambat keterlibatan Turki dalam program jet tempur F-35 buatan AS.
Namun Ankara berkilah dengan menyebut Turki telah memenuhi kewajibannya sebagai mitra dalam proyek jet F-35 yang diproduksi oleh perusahaan Lockheed Martin.
"Turki juga merupakan mitra dalam proyek F-35. Beberapa suku cadang sedang diproduksi di sini dan Turki telah memenuhi tanggung jawabnya," kata Cavusoglu, dikutip AFP.
Selain S-400 dari Rusia, Turki juga memiliki rencana pembelian 100 unit jet tempur F-35 dari AS.
Bahkan beberapa pilot Turki telah menjalani pelatihan di AS untuk menerbangkannya.
Amerika telah menyampaikan kekhawatiran mereka akan teknologi dari S-400 yang memungkinkan Rusia untuk mengumpulkan data pesawat NATO dan tentang tingkat kesesuaian sistem buatan Rusia dalam operasi NATO, jika perangkat mereka berada di Turki.
Baca: AS Minta Tentara Rusia Angkat Kaki dari Venezuela
Pejabat AS telah berusaha meyakinkan Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS sebagai alternatif.
Pada Kamis (28/3/2019), senator AS telah memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan menghalangi pengiriman jet tempur F-35 ke Turki hingga Ankara bersedia membatalkan pembelian senjata dari Rusia.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sudah "Deal" dengan Rusia, Turki Kini Bahas Pengiriman S-400
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sistem-pertahanan-udara-s-400-milik-rusia_20180426_173156.jpg)