Warga Mesir Paling Banyak Belanja Saat Haji dan Umrah

Data Kamar Dagang dan Industri Mekah mencatat, warga Mesir menempati urutan teratas dalam membelanjakan uang mereka di Saudi.

Warga Mesir Paling Banyak Belanja Saat Haji dan Umrah
Daily Sabah/AFP Photo
Mekah, pada 8 Juni 2016. 

TRIBUNNEWS.COM, MEKAH - Jutaan umat Islam di seluruh dunia mengunjungi dua kota suci setiap tahunnya di Arab Saudi.

Pemerintah Saudi telah mengeluarkan lebih dari 6 juta visa umrah sepanjang tahun ini.

Banyaknya mereka yang ingin mengunjungi Mekah dan Madinah menjadi kesempatan bagi otoritas untuk memasarkan produk yang lebih besar.

Lalu warga negara asing mana yang paling banyak belanja ketika umrah atau haji?

Data Kamar Dagang dan Industri Mekah mencatat, warga Mesir menempati urutan teratas dalam membelanjakan uang mereka di Saudi.

"Warga Mesir menempati urutan teratas dalam daftar diikuti Irak, Aljazair, dan Turki," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Mekah Aziz Awliyaa, seperti dikutip Kompas.com dari Arab News, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, ada korelasi antara kondisi ekonomi negara masing-masing dengan daya beli serta aspirasi ketika berada di Saudi.

Ratusan ribu jemaah haji melaksanakan salat Ashar, saat seratusan jemaah yang mengalami cacat tubuh mengelilingi Kabah melalui jembatan yang dibangun khusus untuk para penyandang cacat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (8/10).
Ratusan ribu jemaah haji melaksanakan salat Ashar, saat seratusan jemaah yang mengalami cacat tubuh mengelilingi Kabah melalui jembatan yang dibangun khusus untuk para penyandang cacat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (8/10). (AFP/FAYEZ NURELDINE)

"Seorang jemaah bisa menghabiskan rata-rata 700 dollar AS (Rp 10 juta) selama periode 10 hari, yaitu 5 hari di Madinah dan 5 hari di Mekah." ujar Awliyaa.

Mantan Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah di Kamar Dagang dan Industri Mekah, Saad Jameel Al-Qurashi, menuturkan setiap jemaah menghabiskan waktu yang berbeda ketika berada di Saudi.

"Warga negara India, Pakistan, dan Bangladesh lebih memilih untuk tinggal selama 30 hari, sementara beberapa jemaah Mesir lebih suka tinggal hingga 20 hari," katanya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved