Presiden Trump: AS Tak Ikut Trans Pacific Partnership karena Merugikan Industri Permobilan

Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa AS tidak ikut Trans Pacific Partnership (TPP) karena banyak merugikan AS terutama industri permobilan.

Presiden Trump: AS Tak Ikut Trans Pacific Partnership karena Merugikan Industri Permobilan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Shinzo Abe jumpa pers, Senin (27/5/2019) siang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekankan bahwa AS tidak ikut Trans Pasifik Partnership (TPP) karena banyak merugikan negaranya terutama industri permobilan.

Sementara Jepang melalui PM Shinzo Abe menyatakan selalu mendukung AS dan perdagangan berharap Win-Win Solutions.

"Kita bukan anggota TPP dan karena kalau ikut TPP perdagangan kita merugi terutama perdagangan industri permobilan kita," kata Presiden Trump.

PM Abe sendiri menyatakan selalu mendukung langkah AS, tetapi dalam perdagangan dengan AS berharap bisa Win-Win Solutions bersama saling menguntungkan.

"Kita telah menyelesaikan pertemuan dan hasilnya bagus untuk Win-Win Solutions bersama AS," kata PM Shinzo Abe.

Segala langkah AS selalu didukung Jepang misalnya soal peluru kendali Korea Utara (Korut) yang harus mengikuti kesepakatan internasional.

Baca: Kisah Tukang Cukur di Denpasar Bergaji Rp 9 Juta, Bisa Beli Tanah dari Hasil Nyukur Rambut di Bali

"Kami percaya Ketua Korut masih melihat saya walaupun mungkin staf saya banyak kesal juga. Yang penting Korut diharapkan bisa mengikuti peraturan internasional soal peluru kendali jangan lakukan peluncuran kembali," kata Presiden Trump.

Mengenai China, Presiden Trump siap selalu berunding dengan China.

"Kita selalu siap berunding dengan China kalau China mau mengikuti perundingan yang kita lakukan. Kini munmgkin agak ketat hubungan kedua negara, tetapi di masa depan percaya hubungan China AS akan lakukan hubungan yang baik nantinya," tambah Presiden Trump.

Baca: Polisi Cokok Pembunuh Bayaran dan Penyuplai Senjata Aksi 22 Mei 2019, Satu Orang Terima Rp 150 Juta

China menurut Trump ada pengusaha yang bayar pajak impor kepada AS dengan baik.

"Namun yang tak mau dilakukan China adalah bayar pajak impor 25 persen. Coba saja investasi di Amerika tentu tak perlu impor dan tak perlu bayar pajak impor 25 persen akan menguntungkan China karena pasar kita besar sekali," kata Trump.

Terhadap Iran, Presiden Trump juga mengingatkan peraturan internasional agar menjauhi hal-hal nuklir yang jadi perhatian dunia saat ini.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved