Kakak Tokoh Hiburan Terkenal Jepang Mengakui Pekerjakan 2 Tenaga Kerja Asing Ilegal

Mitsuo Ito punya bisnis pembuatan tamagoyaki (goreng telor tradisional Jepang) yang bernama Marutake di Tsukiji Tokyo.

Kakak Tokoh Hiburan Terkenal Jepang Mengakui Pekerjakan 2 Tenaga Kerja Asing Ilegal
JNN
Mitsuo Ito (79) ketika diwawancarai langsung oleh wartawan JNN 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mitsuo Ito (79), kakak tokoh hiburan terkenal Jepang Teri Ito, ternyata mempekerjakan dua warga negara China yang ilegal atau overstay (OS) sejak tahun lalu.

"Saya mengakui telah mempekerjakan dua tenaga asing ilegal dan saya sangat menyesal sekali telah melakukan hal tersebut," papar Ito hari ini dalam wawancara dengan JNN.

Mitsuo Ito punya bisnis pembuatan tamagoyaki (goreng telor tradisional Jepang) yang bernama Marutake di Tsukiji Tokyo.

Polisi dan petugas imigrasi menggerebeg kantornya bulan lalu tanggal 29 April 2019 dan menyita berbagai dokumen di kantornya tersebut.

"Saya memang lihat kartu identitas mereka tetapi saya tidak mengerti hal tersebut," paparnya lagi.

Ada kemungkinan identitas (zairyu card) yang dipakai para warga China itu adalah palsu dan tidak dimengerti oleh Ito.

Dua warga China tersebut satu laki satu wanita dan salah satu telah berada di Jepang secara ilegal selama 10 tahun.

Perjualan zairyu card Jepang yang palsu dilakukan pula oleh oknum WNI dan 19 orang WNI telah ditangkap karena memperjuabelikan kartu palsu tersebut dengan harga sekitar 30.000 yen sebuah.

Sumber Tribunnews.com dari kepolisian Jepang berharap WNI tidak melakukan transaksi jual beli tersebut dengan sanksi hukuman penjara 3 tahun.

"Kalau mau kerja ya kerja baik-baik secara legal, jangan OS apalagi sampai melakukan tindak pidana seperti itu. Kita akan tindak tegas kini yang ketangkap melakukan hal demikian, apalagi menjelang Olimpiade pengetatan pemeriksaan akan jauh semakin tinggi di Jepang," papar sumber tersebut Jumat ini (7/6/2019).

Diskusi tenaga kerja Indonesia yang mau ke Jepang bisa diikuti gratis di facebook Kerja di Jepang (https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/) dengan admin seorang wanita bernama Andari Nara.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved