BBC

Film Korea: Apakah industri film di sana memiliki 'masalah perempuan'?

Sebuah gerakan di Korea Selatan mendorong orang agar membeli tiket film-film yang didominasi perempuan agar bisa berhasil di box office.

Sebuah gerakan di media sosial di Korea Selatan bernama 'sending my spirit' mendorong orang membeli tiket film-film dengan bintang utama perempuan.

Bahkan ketika mereka tak bisa menghadiri langsung pemutarannya, 'bisa hadir dalam bentuk semangat' guna mendukung sutradara perempuan untuk terus membuat film tentang perempuan.

Upaya ini diharapkan bisa membantu film-film seperti itu agar bertahan dan sukses di box office.

Salah satu upaya awal untuk ini berasal dari Seoul Women's University yang merasa perlu adanya keragaman dalam industri film Korea.

Mereka memutar film minim anggaran (low budget) berjudul Miss Baek yang dibintangi Han Ji-min, alumnus sekolah itu.

Film bertema kekerasan terhadap anak-anak ini akhirnya berhasil impas di box office.

Woo Seong-mi, 23 tahun, yang mengorganisir pemutaran mengatakan bahwa 193 orang menonton film itu di bioskop. Maka dua pemutaran lanjutan kemudian diselenggarakan.

"Orang ikut serta dengan 'mengirim semangat'. Mereka memberi tahu kepada kami sehingga kami bisa menyumbang tiket yang sudah mereka bayar kepada siswa yang tak punya uang membeli tiket," katanya.

"Film yang menggambarkan perempuan dengan isu sosial masih harus berjuang untuk berhasil," kata Seong-mi. "Kami ingin memperlihatkan solidaritas."

Bulan lalu film berjudul Miss and Mrs Cops, juga menarik perhatian banyak perempuan. Film ini mengisahkan tokoh utama dua perempuan memerangi kamera porno tersembunyi - sebuah masalah besar bagi perempuan di Korea Selatan.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved