BBC

Misteri malam pengantin: Tradisi 'menguping' di negara-negara Kaukasus dan melihat 'seprai di pagi hari'

Malam pengantin di negara-negara Kaukasus bisa menjadi siksaan pagi pengantin perempuan karena tradisi 'menguping' dan memamerkan seprai di

Elmira - bukan nama sebenarnya - berusia 27 tahun, dan bekerja sebagai penerjemah. Suaminya dipilihkan oleh orang tua, dan ia menikah "demi membahagiakan ibu".

"Ia tetangga kami, dan kami sangat berbeda. Ia tak berpendidikan dan kami tak punya persamaan," kenang Elmira.

"Saat ia mulai buka baju di depan saya setelah acara pernikahan, saya takut," tambahnya.

"Saya mencoba sekuat tenaga untuk meyakinkan diri saya bahwa saya telah menikah, namun tetap saja saya takut. Apa yang saya pikir saat itu adalah saya juga harus buka baju," katanya lagi.

Elmira mengatakan kepada ibunya beberapa kali bahwa ia belum ingin berkeluarga. Namun sang ibu bercerita kepada keluarga yang lain, yang mulai menekannya, bahwa mereka curiga Elmira sudah tidak perawan.

Namun malam pernikahannya itu adalah pertama kalinya Elmira berhubungan seks.

Sang suami langsung menyerbunya malam itu dan ketika kepala Elmira terbentur lemari, ia mendengar suara perempuan mengetuk dinding dari sebelah, "Hey, jangan berisik! Kasar sekali!".

Di kamar sebelah ada ibunda Elmira, dua tantenya, ibu mertuanya dan seorang saudara jauh yang menguping.

Kehadiran mereka ini dianggap perlu untuk memastikan terjadinya hubungan seks dan adanya "bukti perpaduan cinta".

Mereka juga memastikan bahwa sang pengantin perempuan masih perawan.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved