Aksi Unjuk Rasa di Hong Kong Sempat Ricuh, Demonstran Pecahkan Kaca di Gedung Legislatif

Dilansir AFP, mereka memecahkan kaca di gedung dewan legislatif untuk mencoba masuk dengan cara menabrakkan gerobak logam melalui pintu kaca

Aksi Unjuk Rasa di Hong Kong Sempat Ricuh, Demonstran Pecahkan Kaca di Gedung Legislatif
IST
ILUSTRASI - Aksi protes ribuan warga Hong Kong menentang RUU Ekstradisi yang kemudian dibubarkan paksa polisi, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUNNEWS.COM - Unjuk rasa terjadi di Hong Kong di tengah peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong yang awalnya masuk koloni Inggris ke China, Senin (1/7/2019).

Unjuk rasa tersebut berujung kericuhan. Para pengunjuk rasa anti-pemerintah Hong Kong mencoba masuk ke parlemen di mana mereka terlibat gesekan dengan polisi yang dipersenjatai semprotan merica.

Baca: Bagaimana Jika Gerindra Gabung Koalisi Pemerintah? Ini Dampaknya bagi Demokrasi Tanpa Oposisi

Peristiwa itu meningkatkan ketegagan di pusat keuangan internasional yang terguncang oleh demonstrasi bersejarah dalam tiga pekan terakhir karena dipicu UU Ekstradisi.

Namun unjuk rasa itu dibayangi kelompok kecil berusia muda yang mengenakan topeng dan menduduki tiga jalan utama sehingga memicu bentrokan dengan polisi.

Dilansir AFP, mereka memecahkan kaca di gedung dewan legislatif untuk mencoba masuk dengan cara menabrakkan gerobak logam melalui pintu kaca yang diperkuat.

Polisi anti-huru hara yang sudah berjaga di dalam gedung berusaha menghalau dengan menyemprotkan merica.

Para pendemo memakai payung sebagai tameng. Setelah itu sejumlah politisi demokratik kemudian berusaha melakukan pendekatan persuasif supaya massa bersedia mundur.

Namun, usaha mereka sia-sia. Aksi tahun ini yang bakal bermuara ke gedung parlemen dilatarbelakangi oleh protes anti-pemerintah yang menarik massa hingga jutaan karena kemarahan atas penggunaan gas air mata dan peluru karet oleh polisi.

Aksi protes selama tiga pekan terakhir terjadi setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengusulkan UU Ekstradisi yang dianggap bisa semakin menancapkan pengaruh China.

Lam memang mengumumkan penangguhan pembahasan. Namun demonstrasi itu kemudian berubah dalam skala yang lebih besar untuk menentang Lam serta Beijing.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved