Breaking News:
Deutsche Welle

Pertemuan "Bersejarah" di Zona Demiliterisasi Korea

Korea Utara pada Senin (1/7) memuji pertemuan akhir pekan antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Zona Demiliterisasi.…

Presiden AS Donald Trump dan Pimpinan Korut Kim Jong Un membuat pertemuan mendadak hari Sabtu (30/6) di Zona Demiliterisasi (DMZ) Panmunjon yang langsung jadi sorotan media internasional.

Kedua pemimpin mengatakan mereka sepakat untuk "melanjutkan dan mendorong dialog produktif untuk membuat terobosan baru dalam denuklirisasi semenanjung Korea", kata kantor berita resmi Korea KCNA.

Sebelumnya Donald Trump lewat Twitter menulis dia mengundang Kim Jong Un untuk datang ke Panmunjon dan bersalaman di DMZ, karena Trump memang akan berkunjung ke sana. Sehari kemudian, pertemuan itu benar-benar terjadi.

Kim dan Trump berjabat tangan di garis demarkasi yang membagi Utara dan Selatan Korea sebelum kemudian melangkah ke wilayah Korea Utara. Trump menjadi Presiden AS pertama menginjakkan kaki di tanah Korea Utara.

"Para pemimpin utama DPRK dan AS melakukan jabat tangan bersejarah di Panmunjom" yang merupakan "peristiwa yang luar biasa", kata KCNA. KCNA menggambarkan Panmunjon sebagai "tempat yang dikenal sebagai simbol pemisahan" dan merujuk pada masa lalu "yang memalukan" dalam hubungan "antara negara-negara. KCNA juga menulis bahwa pertemuan itu berlangsung "atas saran Trump".

Penuh simbolisme

Pertemuan dadakan di DMZ memang penuh dengan simbolisme. Tahun lalu, Kim Jong Un pertama kali datang ke DMZ untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In. Kim ketika itu juga mengundang Moon Jae-In untuk melangkah melintasi garis demarkasi untuk berdiri di wilayah Korea Utara. Hal yang sama sekarang dilakukan Donald Trump.

"Merupakan suatu kehormatan bahwa Anda meminta saya untuk melangkahi garis itu, dan saya bangga melangkahi garis itu," kata Trump kepada Kim, di bawah jepretan kamera foto dan film.

KCNA menggambarkan pertemuan itu sebagai "momen bersejarah" dan menekankan bahwa ini adalah "pertama kalinya dalam sejarah" seorang presiden AS menginjakkan kaki di tanah Korea Utara. Donald Trump dalam konferensi pers setelah pertemuan itu juga menyebut peristiwa ini "bersejarah".

Gambar-gambar dari pertemuan itu - termasuk serangkaian gambar ketika kedua pimpinan saling menyambut dan melewati garis perbatasan - terpampang di halaman depan koran pemerintah Korut Rodong Sinmun, yang memuat 35 foto.

Mengangkat citra Ketua Kim

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved