Anggaran Keamanan Cyber Jepang Sekitar Rp 9,49 Triliun Tahun Lalu

Dari anggaran tersebut sekitar 2,5 miliar yen dipakai untuk badan NISC yang dipegangnya bersama Sekretaris Kabinet Yasuhide Suga.

Anggaran Keamanan Cyber Jepang Sekitar Rp 9,49 Triliun Tahun Lalu
Richard Susilo
Tomoo Yamauchi, Councillor, Deputy Director General Pusat Nasional Kesiapan Kejadian dan Strategi Keamanan Cyber (NISC) Sekretariat Kabinet Jepang. 

Lalu April 2019 ini mulai diefektifkan Dewan Keamanan Cyber Jepang yang kemudian membentuk pula dua tim khusus yaitu Tim Koordinasi Operasi Kemanan pemerintah Jepang (GSOC) dan satu lagi adalah Tim Bantuan Bergerak Cepat apabila ada insiden cyber (CYMAT).

Anggota tim snagat spesialis dan profesional sekali dengan tingkat kemampuan sangat tinggi untuk CYMAT yang akan dikerahkan gerak cepat ke mana pun apabila terdeteksi suatu serangan cyber ke arah berbagai tempat di Jepang.

Tim taktis tersbeut menjadi salah satu andalam penjaga dunia cuber Jepang saat ini dengan kemampuannya yang sangat canggih.

Oleh karena itu detil lebih lanjut seperti jumlah personil dan anggarannya masih dirahasiakan hingga kini karena mirip seperti pasukan khusus Jepang untuyk dunia cyber.

Proteksi infrastruktur cyber lembaga tersbeut dilakukan terhadap 14 sektor antara lain sektor finansial, penerbangan, bandara, informasi komunikasi, tenaga listrik, pasokan gas, medis, air, logistik, sektor kimia, kartu kredit dan perminyakan.

Pusat kendali semua itu ada di markasnya yang berada di dalam kantor PM Jepang dan langsung bertanggungjawab kepada PM Jepang sendiri melalui Sekretariat Kabinet.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved