Venezuela Apresiasi Bantuan Rusia Atasi Krisis Nasional

Venezuela mengapresiasi bantuan yang diberikan Rusia di tengah krisis politik yang dialami negara Amerika Latin itu.

Venezuela Apresiasi Bantuan Rusia Atasi Krisis Nasional
Sputnik News
Duta Besar Venezuela untuk Rusia Carlos Rafael Faria Tortosa 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Venezuela mengapresiasi bantuan yang diberikan Rusia di tengah krisis politik yang dialami negara Amerika Latin itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Venezuela untuk Rusia Carlos Rafael Faria Tortosa pada Jumat waktu Moskow.

"Kami mengucapkan terima kasih, khusus kepada pemerintah Rusia Presiden Vladimir Putin, karena ia telah mengambil tindakan untuk membantu negara kami dalam melewati situasi sulit," kata Tortosa dalam sebuah acara yang didedikasikan untuk memperingati kemerdekaan ke-208 Venezuela.

Ia menjelaskan, Rusia mendukung Venezuela bukan karena keinginan untuk mempertahankan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, namun untuk mencegah negara lain mengubah nasib negara lainnya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (6/7/2019), Tortosa memang tidak menyebutkan negara mana yang tengah ia bicarakan, namun Maduro kerap menuding Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri Venezuela.

Venezuela tengah alami krisis ekonomi pasca sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat
Venezuela tengah alami krisis ekonomi pasca sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (Sputnik News)

"Kami sangat menghargai (bantuan Rusia) itu," ujarnya.

Tensi politik dan ekonomi di Venezuela telah berubah semakin menegang sejak Januari lalu.

Saat protes anti-pemerintah 'pecah' lantaran dipicu oleh pernyataan pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela.

Maduro pun telah mengecam tindakan Guaido, ia menegaskan bahwa rivalnya itu bertindak atas perintah AS yang berusaha menjadikannya sebagai presiden negara tersebut untuk memperoleh aset minyak Venezuela.

Pemerintah Venezuela dan pihak oposisi pun telah mengadakan beberapa kali pembicaraan yang diinisiasi Norwegia.

Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.

Rusia pun belum mengakui Guaido dan masih tetap mendukung Maduro yang terpilih secara konstitusional sebagai satu-satunya presiden sah Venezuela.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved