Pernah Jatuh di Gunung Salak, Rusia Targetkan Produksi 200 Sukhoi Superjet

Rusia menghabiskan US$ 2 miliar untuk mengembangkan dan menyiapkan produksi Superjet, yang telah beroperasi sejak 2011.

Pernah Jatuh di Gunung Salak, Rusia Targetkan Produksi 200 Sukhoi Superjet
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100 milik maskapai penerbangan Sky Aviation tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2013). Sebanyak 12 pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100 akan didatangkan secara bertahap dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). Dua belas pesawat ini nantinya akan melayani rute-rute di daerah Indonesia seperti Sorong, Makassar, Jayapura, hingga Luwuk. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM - Rusia berencana untuk memproduksi setidaknya 200 pesawat Sukhoi Superjet 100 lainnya.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perindustrian Denis Manturov kepada Reuters, meskipun kecelakaan fatal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang masa depan jet penumpang pertama negara itu.

Sukhoi Superjet yang dioperasikan Aeroflot terbang dari Moskow ke kota Murmansk di Rusia utara, terbakar pada 5 Mei ketika pesawat itu mendarat darurat di bandara Moskow, menewaskan 41 orang.

Jauh sebelumnya, pesawat itu juga pernah mengalami kecelakaan menabrak gunung Salak di Indonesia.

Manturov mengatakan permintaan untuk pesawat tetap kuat dan rencana produksi tidak berubah.

"Bencana itu tidak mempengaruhi pelanggan kami, baik potensial atau mereka yang sudah memiliki kontrak," kata Manturov dalam wawancara yang dibuka untuk publikasi pada hari Senin.

Baca: Komite Investigasi Selidiki Kecelakaan Pesawat Sukhoi yang Tewaskan 41 Orang

Namun dia tidak merinci waktu untuk produksi 200 pesawat yang dipesan tersebut.

Yang pasti, Rusia menghabiskan US$ 2 miliar untuk mengembangkan dan menyiapkan produksi Superjet, yang telah beroperasi sejak 2011.

Perusahaan milik negara itu telah menyelesaikan produksi sekitar 200 pesawat. Permintaan tahunan saat ini adalah 25-30 pesawat dibandingkan dengan ekspektasi awal 50, karena persaingan ketat dengan produsen lain, kata Manturov.

Berita ini sudah tayang di kontan berjudul Rusia tetap berencana membuat 200 jet Sukhoi lagi meskipun mengalami kecelakaan

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved