Kereta Api Peluru Jepang, Shinkansen Ternyata Pernah Digunakan Sebagai Diskotik

Lereta api peluru (Shinkansen Jepang) pernah digunakan sebagai tempat diskotik, berdansa di dalam kereta api.

Kereta Api Peluru Jepang, Shinkansen Ternyata Pernah Digunakan Sebagai Diskotik
Istimewa
Penumpang ikut berdansa tahun 1988 di dalam Shinkansen Tokaido. Terjadi selama dua setengah tahun. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ada satu hal yang tidak diketahui banyak orang tentang kereta api cepat Jepang, Shinkansen. Ternyata dulu, kereta api peluru (Shinkansen Jepang) pernah digunakan sebagai tempat diskotik, berdansa di dalam kereta api.

"Kejadiannya tahun 1988 selama dua tahun setengah digunakan kereta api Shinkansen sepanjang 14 gerbong, khususnya di gerbong ke-13 dipakai untuk tempat diskotik untuk berdansa para tamu," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (14/7/2019).

Kereta api Tokaido Shinkansen itu dinamakan “Cinderella Express” yang beroperasi mulai tanggal 3 April 1988 untuk memperingati JR Tokai di tahun pertama.

Penumpang Berdansa di Dalam Shinkansen Tokaido
Penumpang ikut berdansa tahun 1988 di dalam Shinkansen Tokaido. Terjadi selama dua setengah tahun.

Dalam peringatan itu sebanyak 2.000 penumpang merasakan berdansa di dalam suasana diskotik di dalam gerbong Shinkansen tersebut bersama konser Yu Hayami.

Kemudian pada musim gugur tahun 1990 (Heisei 2), kereta api Shinkansen dalam gerbongnya juga pernah digunakan sebagai tempat pameran benda seni antara lain “Shousouin Exhibition” yang diselenggarakan tahunan di Nara dan “Japanese Art Masterpiece Exhibition” yang diselenggarakan di Tokyo, “Nara Special Kodama” di Shinkansen jenis Kodama.

Dalam pameran tersebut diundang pula para pembicara seni melakukan pembicaraan diskusi di dalam gerbong Shinkansen tersebut bersama penonton atau penumpang Shinkansen lainnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved