AS Larang Pejabat Militer Myanmar Masuk Ke Amerika

Amerika Serikat (AS) melarang panglima militer dan tiga pejabat tinggi militer lainnya Myanmar untuk masuk ke negeri Paman Sam.

AS Larang Pejabat Militer Myanmar Masuk Ke Amerika
net
Mike Pompeo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) melarang panglima militer dan tiga pejabat tinggi militer lainnya Myanmar untuk masuk ke negeri Paman Sam.

Larangan ini didasarkan atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius oleh aparat militer Myanmar terhadap warga Rohingya di Rakhine.

Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (16/7/2019) menjelaskan bahwa para aparat tersebut bertanggung jawab atas pembunuhan di luar hukum di negara bagian Rakhine saat berlangsungnya pembersihan etnis Rohingya.

Peryataan tersebut melarang Panglima Min Aung Hlaing, Wakil Panglima Soe Win, dan dua pejabat militer lainnya untuk memasuki AS. Ini adalah pertama kalinya AS menerapkan sanksi terhadap atasan militer Myanmar.

Baca: Mr Puisi Bongkar Kebohongan Barbie Kumalasari: Saya Bukan Ayah Angkatnya

Baca: Kata Ferry Paulus Soal Kekalahan dari Tira Persikabo

Baca: Kasus Novel Baswedan Masih Gelap, Kuasa Hukum Singgung Buku Merah

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan ini bagian dari sanksi terhadap Panglima militer Myanmar min Aung Hlaing dan para pemimpin militer lainnya atas pembunuhan warga Rohingya.

"Kami tetap prihatin bahwa pemerintah Myanmar tidak mengambil tindakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang telah dilakukan. Ada pula laporan terus-menerus yang memaparkan bahwa militer Myanmar melakukan pelanggaran HAM di seluruh negeri," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan ini menekankan bahwa sanksi terhadap empat aparat tersebut adalah sebuah langkah dalam mengubah perilaku pihak militer dan mendorong adanya pertanggungjawaban.(The Guardian/NHK)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved