Jokowi Sampaikan Ucapan Duka Cita Atas Wafatnya Presiden Tunisia

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi," katanya

Jokowi Sampaikan Ucapan Duka Cita Atas Wafatnya Presiden Tunisia
Hammi Mohammed/Sipa
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita atas wafatnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, di rumah sakit militer kota Tunis, Kamis (25/7/2019).

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, pada hari ini, Kamis 25 Juli 2019,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, yang diunggahnya pada Kamis (25/7/2019) malam.

Baca: Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Meninggal Dunia, Jokowi Sampaikan Duka Cita

Jokowi menyampaikan keyakinannya, Presiden Essebsi akan dikenang karena perannya dalam memajukan demokrasi dan reformasi.

Diketahui, Essebsi berkuasa pada 2014, atau tiga tahun setelah Arab Spring yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali, dan diikuti oleh negara Arab lain itu.

Selama menjabat di Tunisia, Beji Caid Essebsi pernah bertindak sebagai penasihat bagi bapak kemerdekaan negara itu, Habib Bourguiba, dan menduduki jabatan penting lainnya.

April lalu, dia pernah mengumumkan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu November demi memberikan jalan bagi generasi yang lebih muda.

Konstitusi Tunisia yang diadopsi pada 2014 mempunyai dua solusi jika terjadinya kekosongan kekuasaan.

Pertama, perdana menteri bisa mengambil alih tugas presiden tak lebih dari 60 hari.

Jika masa kekosongan itu ternyata berlangsung lama, ketua parlemen bakal mendapat tanggung jawab sebagai pelaksana presiden hingga 90 hari ke depan.

Ketua Parlemen Tunisia Mohamed Ennaceur bakal mengambil sumpah sebagai presiden sementara menggantikan Essebsi yang merupakan presiden terpilih pertama di sana.

Ketua Komisi Pemilu Tunisia Nabil Baffoun berkata, Ennaceur mempunyai waktu hingga tiga bulan mendatang utnuk mempersiapkan pemilihan presiden.

"Pertanyaan apakah pemilihan presiden bakal digelar sebelum atau sesudah pemilu parlemen bakal diumumkan kemudian," papar Baffoun seperti dikutip AFP.

Baca: Tunisia Larang Pemakaian Niqab di Kantor Pemerintah

Jika merujuk kepada jadwal pertama, pemilu parlemen bakal dihelat pada 6 Oktober.

Adapun pemilihan presiden akan diselenggarakan 17 November mendatang.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved