Tes Visa Tokutei Ginou untuk Kerja ke Jepang Sekitar Oktober-November 2019

Kemenaker Indonesia sendiri telah menaksir peminat program TG ini mencapai lebih dari 22000 orang sampai dengan tahun 2020.

Tes Visa Tokutei Ginou untuk Kerja ke Jepang Sekitar Oktober-November 2019
Koresponden Tribunnews Richard Susilo
Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Indonesia akan melakukan tes (ujian) bagi calon peserta tenaga kerja khusus menggunakan visa Tokutei Ginou (TG) ke Jepang akan dilakukan sekitar Oktober - November 2019.

“Olehkarena itu pendaftaran bagi peserta TG mungkin sekitar Agustus-September 2019 ini sudah bisa dilakukan. Untuk ikut dalam program visa TG tidak ada biaya dan pendaftaran nantinya lewat internet Kemenaker,” ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (2/8/2019).

Kemenaker Indonesia sendiri telah menaksir peminat program TG ini mencapai lebih dari 22000 orang sampai dengan tahun 2020.

Targetnya adalah 70000 orang sampai dengan tahun 2023.

Baca: Tanggapan Tata Janeeta Saat Hotman Paris Bandingkan Suaranya dengan Barbie Kumalasari

Baca: Pertemuan Terakhir Sinyorita dengan Agung Hercules Sebelum Sang Komedian Meninggal Dunia

Baca: Terobosan Baru Cara Dokter Obati Kanker Otak Agung Hercules dengan Virus Polio, Waspadai Gejala Ini!

Jumlah tersebut sekitar 20% dari yang diharapkan keseluruhan 345.000 tenaga kerja asing yang akan masuk ke Jepang nantinya dari 8 negara yang resmi disetujui akan meramaikan pasar kerja Jepang mendatang.

Jika persiapan pembuatan dan peluncuran sistim internet SiskoTKLN sudah selesai, ujian bahasa Jepang dan tes skill khusus diperkirakan akan dilaksanakan di Indonesia bulan Oktober-November.

Menurut Menteri ketenagakerjaan Indonesia, berdasarkan hitungan perkiraan, peminat program ini pada tahun 2019~2020 berkisar 22000, untuk selanjutnya tahun 2020~2021 berkisar 20000 orang, tahun 2021~2023 berkisar 28014 orang.

Kesepakatan kedua negara (Indonesia dan Jepang) telah ditandatangani tanggal 25 Juni 2019.

Kini Indonesia sedang menunggu rincian teknis mengenai posisi pasti dari tenaga yang dibutuhkan.

Misalnya kebutuhan restoran jabatan apa yang dicari. Apakah manajernya, apakah Chef tukang masaknya, apakah marketingnya dan posisi jelas yang dibutuhkan nanti nya.

Perusahaan Jepang nanti nya dapat langsung memposting ke sistim internet Kemenaker kebutuhan lowongan kerja yang dicarinya dari Indonesia tersebut sehingga tenaga ahli Indonesia yang bersangkutan pun dapat meng Apply atas kebutuhan yang dicari tersebut.

Diskusi tenaga kerja Indonesia yang mau ke Jepang dapat mengikuti facebook gratis Kerjadijepang https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved