BBC

Kesenjangan upah di Liga Inggris: Petugas kebersihan di stadion Manchester United 'berjuang keras untuk bisa beli makan'

Sementara para pemain di Liga Inggris seperti Alexis Sanchez digaji sekitar Rp6 miliar per minggu, seorang petugas kebersihan di Manchester

Woman cleaner (file image)
Getty Images

Liga Primer Inggris baru saja menutup jendela transfer pemain musim panas pada Kamis (08/08). Para klub menghabiskan total £4,1 milyar atau sekitar Rp70 triliun, menurut firma akunting profesional Deloitte.

Namun di tengah tingginya belanja dan gaji para pemain di klub-klub Liga Inggris, banyak pekerja di klub-klub ini seperti petugas kebersihan, satpam, penyedia makanan, dan staf lain tidak mendapatkan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Lembaga pengawas bernama Living Wage Foundation mengatakan bahwa dari 20 klub, hanya empat klub yang mendapatkan akreditasi bahwa mereka membayar upah sesuai dengan ketentuan upah untuk kebutuhan hidup (living wage).

Banyak klub yang tidak meminta akreditasi ini, dan dituduh tak mampu melihat kenyataan "kehidupan dan perjuangan para pekerjanya".

Perusahaan yang mendapat akreditasi dari Living Wage Foundation berkomitmen untuk membayar staf dan pekerja kontraktor dari pihak ketiga sebesar £9 per jam (sekitar Rp154.000), dan £10,5 (Rp179.000) untuk London, di atas upah minum sebesar £8,2 atau sekitar Rp140.000 per jam.

Angka ini lebih besar daripada upah minimum nasional di Inggris sebesar £8,21 (sekitar Rp140.000) per jam.

Klub yang saat ini sudah menyatakan komitmen membayar living wage adalah Everton, Liverpool, Chelsea dan West Ham.

Sementara itu, klub Inggris di luar Liga Primer yang juga telah melakukan hal ini adalah Luton Town yang baru saja mendapatkan promosi ke Championship, satu kasta di bawah Liga Primer.

'Ini tidak benar'

"Saya berjuang keras untuk bisa beli makan untuk keluarga dan terkadang harus membeli makanan yang sudah didiskon (karena hampir lewat masa kedaluwarsa)," kata seorang petugas kebersihan yang bekerja di stadion milik Manchester United, Old Trafford.

Nicolas Pepe
Getty Images
Arsenal mentransfer Nicolas Pepe dari Lille dan memecahkan rekor klub dengan nilai sebesar £72m (sekitar Rp1,2 trilyun) — tapi beberapa staf di klub Liga Primer berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, menurut sebuah lembaga pengawas.

"Mengingat besarnya uang yang beredar di sepakbola, akan menyenangkan seandainya klub membayar upah yang layak kepada pekerjanya," katanya lagi.

Menurut Business Insider, dari 25 pemain bergaji tertinggi di Liga Inggris, enam orang di antaranya bermain di Manchester United, termasuk pemain bergaji tertinggi Alexis Sanchez yang mencapai £350.000, sekitar Rp6 miliar per minggu.

Penghasilan gabungan klub-klub Liga Primer pada musim 2017/18 adalah sebesar £4,8 miliar (sekitar Rp82.257 trilyun).

Pada tenggat jendela transfer hari Kamis (08/08) klub-klub Liga Inggris menghabiskan £1,41 miliar (sekitar Rp 24.163 trilyun) biaya transfer pemain baru — masih di bawah rekor tahun 2017 sebesar £1.43 miliar.

Lembaga advokasi Citizens UK mengatakan musim laga baru ini tidak boleh ada lagi pegawai klub yang dibiarkan hidup seperti itu, dan "tidak benar" bila klub menghambur-hamburkan uang untuk keperluan transfer pemain dan tidak mempedulikan pekerja lain.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved