Senin, 8 Juni 2026

Cathay Pasific ancam pecat stafnya jika terlibat unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong

Maskapai Cathay Pacific telah memperingatkan stafnya bahwa mereka dapat dipecat jika "mendukung atau berpartisipasi dalam protes ilegal" di

Tayang:

Maskapai penerbangan Cathay Pacific telah memperingatkan para stafnya bahwa mereka dapat dipecat jika "mendukung atau berpartisipasi dalam protes ilegal" di Hong Kong, saat tekanan dari Beijing semakin meningkat.

Peringatan itu dikirim melalui surat elektronik kepada seluruh staf oleh pimpinan Cathay Pasific, Rupert Hogg, pada Senin.

Pada Jumat, China memerintahkan perusahaan penerbangan komersial itu agar menghentikan sementara para pekerja yang mendukung protes pro-demokrasi di wilayah tersebut.

Sejauh ini Cathay telah memecat dua karyawannya dan menskors seorang pilot pada akhir pekan lalu sebagai tanggapan atas permintaan itu.

Hong Kong
Getty Images
Polisi menembakkan gas air mata di pusat kota Hong Kong pada Minggu (11/08) malam.

Cathay Pasific, yang merupakan maskapai komersial andalan Hong Kong, mendapati dirinya dalam posisi sulit terkait gelombang unjuk rasa pro-demokrasi yang membuat marah Beijing.

Surat elektronik dari Hogg, yang telah dilihat BBC, muncul setelah bentrokan yang terus berlanjut di Hong Kong pada Minggu.

"Cathay Pacific Group tidak akan menoleransi kegiatan melawan hukum. Khususnya, dalam konteks saat ini, akan ada konsekuensi disipliner bagi karyawan yang mendukung atau berpartisipasi dalam protes ilegal," tulis Hogg.

"Konsekuensi ini bisa serius dan mungkin termasuk pemutusan hubungan kerja," tambahnya.

Saham maskapai penerbangan yang bermarkas di Hong Kong tini telah urun lebih dari 4% pada Senin, membuat posisi sahamnya di sesi penutupan berada pada level terendah selama satu dekade.

Skorsing bagi pilot Cathay

Unjuk rasa di Hong Kong dimulai sekitar sembilan pekan lalu terhadap usulan RUU ekstradisi antara wilayah Hong Kong dan daratan China, dan berkembang menjadi tuntutan kebebasan yang lebih besar.

Hong Kong
Getty Images
Unjuk rasa di Hong Kong dimulai sekitar sembilan pekan lalu terhadap usulan RUU ekstradisi antara wilayah Hong Kong dan daratan China, dan berkembang menjadi tuntutan kebebasan yang lebih besar.

Hong Kong adalah bagian dari China tetapi warganya memiliki otonomi lebih banyak daripada di daratan.

Wilayah ini memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah apa yang disebut pendekatan "satu negara, dua sistem" - kebebasan yang dikhawatirkan oleh para aktivis akan semakin terkikis.

Sejauh ini Cathay Pacific telah menskorsing seorang pilot yang dituduh melakukan kerusuhan setelah diduga berpartisipasi dalam protes di Hong Kong.

Putusan skorsing ini mengikuti arahan dari peraturan maskapai penerbangan China yang dikeluarkan minggu lalu.

 

 

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved