Deutsche Welle

Pengungsi Iran di Kamp Tahanan Australia Menang Penghargaan Buku Bergengsi

Pengungsi Iran-Kurdi Behrouz Boochani, yang sejak 2013 berada di tahanan imigrasi Australia di Pulau Manus, memenangkan National Biography…

Pengungsi Iran di Kamp Tahanan Australia Menang Penghargaan Buku Bergengsi

Penulis dan aktivis iran berdarah Kurdi Behrouz Boochani memenangkan penghargaan bergengsi National Biography Award di Australia untuk buku memoarnya "No Friend But the Mountains."

Behrouz Boochani mendapat hadiah 25.000 dolar Australia, nilai hadiah tertinggi di Australia untuk penulisan biografi, kata panitia penyelenggara hari Senin (12/8) di Perpustakaan Negara Bagian New South Wales mengatakan pada hari Senin (12/08) dalam sebuah pernyataan..

Penulis yang juga sutradara film itu sebelumnya sudah memenangkan beberapa penghargaan sastra dan film, termasuk the Victoria Premier's Literary Award, New South Wales Premier's Literary Award dan Australian Book Industri Awards.

Melarikan diri dari Iran

Dalam memoarnya "No Friend But the Mountains.", Behrouz Boochani menceritakan perjalanannya setelah melarikan diri dari Iran tahun 2013. Antara lain mengenai penganiayaan yang dia alami.

Dia melarikan diri melalui Indonesia dan akhirnya sampai ke Pulau Natal Australia dengan kapal. Boochani kemudian dan ditahan di kamp tahanan imigrasi di Pulau Manus. Dia sudah ditahan di kamp penampungan itu lebih dari enam tahun dan mengalami kekejaman, penghinaan dan pengawasan terus-menerus, seperti yang dia tuliskan dalam bukunya.

Behrouz Boochani menulis naskahnya lewat pesan-pesan media sosial dalam bahasa Fari dari Pulau Manus. Naskah itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh temannya Omid Tofighian.

Bentuk perlawanan

Tim jury memuji buku itu karena "penulisan puitis dan epik," dan menyebut buku Behrouz Boochani "sangat penting, kesaksian yang menakjubkan dan bukti kekuatan semangat hidup untuk menulis sebagai bentuk perlawanan. "

Behrouz Boochani tidak dapat menerima penghargaan itu secara langsung, dia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan pendukungnya melalui WhatsApp dari kamp tahanan di Manus Island, Papua Nugini.

"Saya pikir, sejarah akan menghakimi generasi ini dan akan menghakimi kita semua untuk masa-masa sulit dan gelap dalam sejarah Australia ini," tulisnya.

hp/ap (dpa)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved