BBC

'Chimera manusia-hewan', mengapa Jepang jadi negara pertama yang mengizinkan ilmuwan mengembangkannya?

Hibrida manusia dan hewan semakin mendekati kenyataan setelah pemerintah Jepang menjadi pihak pertama yang mengizinkan tim peneliti untuk tidak

Embrio kemudian dibunuh setelah berkembang selama 28 hari. Di dalam embrio hanya terdapat sedikit sel manusia dan ciri manusia tidak tumbuh, kata Nakauchi kepada koran Asahi Shimbun.

"Jumlah sel manusia yang tumbuh di dalam tubuh domba sangatlah sedikit, sekitar satu dari seribu atau satu dari puluhan ribu," katanya.

"Pada tingkat itu, seekor binatang dengan wajah manusia tidak akan pernah dilahirkan."

Babi
Getty Images
Para peneliti mengatakan berusaha membuat organ manusia pada spesies yang jauh secara genetika tidak berguna, karena sel manusia akan segera dihancurkan.

Perbedaan gen

Tetapi menumbuhkan sel manusia pada spesies lain tidaklah mudah.

Jun Wu, seorang peneliti pada Universitas Texas, Southwestern Medical Center di Dallas, mengatakan tidaklah masuk akal melahirkan embrio hibrida manusia-binatang dengan menggunakan spesies yang berjauhan evolusinya, seperti babi dan domba.

Spesies ini, katanya, akan segera membunuh sel manusia.

Bulan lalu, koran Spanyol, El Pais melaporkan para peneliti Spanyol menyatakan telah menciptakan embrio manusia-monyet di sebuah laboratorium di China.

Penelitian dipimpin Professor Juan Carlos Izpisua Belmonte, dari Salk Institute for Biological Studies di California, yang sebelumnya menciptakan embrio manusia-babi di laboratorium.

Kepada El Pais, para peneliti mengatakan rincian kajian terbaru mereka akan diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmu pengetahuan terkemuka tidak lama lagi.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved