Deutsche Welle

Museum Emigrasi BallinStadt Hamburg, “Migrasi Bukanlah Kejahatan”

Kekuatan museum adalah ketika pengunjung melalui jalan setapak dengan kecemasan para migran menunggu keberuntungan, apakah mereka…

Bagi saya, tempat penting yang harus ada dalam daftar perjalanan ketika mengunjungi sebuah kota, adalah museum. Rasanya seperti memasuki mesin waktu, melakukan perjalanan ke masa lalu. Beberapa kesan yang saya dapatkan ketika bertemu dengan beberapa pengunjung museum -saat itu saya sedang dalam kegiatan magang di sebuah museum di Indonesia- bahwa museum adalah bangunan tua membosankan dan, maaf, angker. Saya tertawa sedikit mengiyakan karena itu bukanlah berita baru yang mengagetkan.

Di kota Hamburg, tempat saya tinggal dan studi sekarang, ada cukup banyak museum yang menarik. Saya harus mencari kesempatan diskon atau acara spesial untuk masuk museum gratis karena harga tiket museum-museum itu tidaklah murah. Salah satu museum yang terkenal di Hamburg adalah museum emigrasi Ballin Stadt.

Museum Ballin Stadt terkenal dengan sejarah emigrasi Hamburg, pendirian museum emigrasi ini adalah sebuah dokumen yang menulis sejarah kehidupan imigran di area seluas 2.500 meter persegi dengan bangunan bergaya Swiss Chalet Style (yang melanda arsitektur Jerman, Austria-Hungaria, dan Skandinvia menjelang perang dunia pertama).

Bagaimana museum dibangun untuk mewakili sejarah? Untuk siapa pameran dibuat? Dan mengapa harus ada museum emigrasi? Museum Ballin Stadt adalah museum yang dalam proses pembuatannya melalui banyak tahapan -apalagi melewati masa perang, sempat ditutup oleh Nazi- tampaknya bertujuan untuk mengabadikan kenangan perjalanan dari emigrasi Eropa ke Amerika, khususnya Hamburg, Jerman.

Bukan hanya sejarah emigrasi Hamburg, museum ini juga menjadi bagian sejarah imigrasi Amerika. Cara narasi memamerkan apa yang dimiliki museum melalui sejarah diakui sebagai historiografi dan memori. Saya rasa ini adalah cara yang cocok untuk memahami sesuatu seperti ingatan kehidupan, seseorang harus mulai menelusuri sejarahnya dengan mengunjungi museum. Lalu kemudian, apakah semua orang ingin mengetahui sejarah hidupnya, di mana ada banyak peristiwa yang bisa menjadi pelajaran, kenangan terburuk, atau akhirnya mimpi menjadi kenyataan?

Museum Ballin Stadt memiliki banyak kisah menyentuh yang menjadi kekuatan dari perjalanan emigrasi dan menjadi narasi yang kuat ketika diwakili di pameran atau dalam museum itu sendiri. Kekuatan museum adalah ketika pengunjung tampaknya mengambil langkah melalui jalan setapak dengan kecemasan para migran menunggu keberuntungan, mereka harus melalui tes medis apakah mereka dapat diterima atau ditolak untuk mulai memasuki gerbang Amerika.

Port of Dreams

Gedung museum dibangun sekitar 120 tahun yang lalu saat gelombang migrasi Eropa ke Amerika meningkat (1850-1930), sekitar lima juta orang tertampung dalam penantian. Mulai dibuka pada 2007 dengan menggunakan nama dari seorang jendral direktur sebuah perusahaan shipping terbesar Jerman-Hamburg American Line, Albert Ballin (1857–1918).

Museum ini memiliki tiga bangunan utama yang disajikan secara tematik sebagai pameran permanen. Apa yang menyambut pengunjung ketika mereka pertama kali memasuki bangunan adalah tumpukan koper tua yang terbuat dari kayu di atas gerobak beroda empat, di sebelahnya langsung menghadap sebuah instalasi kapal yang memesona.

Menurut pendapat saya, pemasangan ruang pertama membentuk gambaran bahwa awal perjalanan baru dimulai dengan harapan besar, tulisan di lantai "Raum der Reise" (Jerman) atau "ruang perjalanan” mungkin tidak sengaja terinjak ketika melangkah masuk, tetapi tampak seperti sambutan untuk awal suatu langkah baru. Kamar-kamar setelah itu adalah pemasangan sebuah gambaran proses mobility, mulai dari menggantung sepeda, telepon, surat, kereta bayi, lukisan, dan mobil tua. Sedikit tidak beraturan di dalam ruangan meskipun benda-benda yang ditampilkan memiliki cerita sejarahnya sendiri.

Ruang sebelahnya masih dihiasi dengan tumpukan koper kayu tua tetapi tertata cukup rapi, perasaan penantian yang panjang sangat terasa di ruangan ini, terdapat beberapa instalasi patung kayu sedang menunggu sesuatu. Ini adalah ruang tunggu, tentu saja, diwakili oleh seperangkat meja dan kursi yang diletakkan menggantung di dinding yang sangat miring dengan karpet kelabu bergaya Eropa tengah.

Gambaran positif sebuah perjalanan emigrasi

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved