BBC

Enam alasan kenapa The Sixth Sense tetap jadi film ikonik sesudah 20 tahun

Beredar perdana di tahun 1999, The Sixth Sense telah menjadi salah satu film kasik, dan kecohan di penghujung film hanya salah satu magnet film.

PERINGATAN: ARTIKEL INI BERISI BOCORAN CERITA DARI BERBAGAI FILM!

Banyak kritikus film beranggapan tahun 1999 adalah tahun vintage buat sinema.

The Sixth Sense, diedarkan perdana di Amerika Serikat di tahun lalu di bulan Agustus, disebut sebagai salah satu film yang membuat penghujung milenium lalu sebagai tahun istimewa dalam sejarah film, bersama dengan film-film lain seperti Being John Malkovich, American Beauty, Fight Club dan The Matrix.

Namun, bisa dibilang film-film lain tak ada yang meninggalkan dialog yang sering sekali dikutip seperti The Sixth Sense: "I see dead people".

Penjualan tiket film ini sangat baik, dan mengangkat lagi genre horor berkat kecohan di ujung ceita film atau twist: terbukanya rahasia bagi penonton bahwa psikolog yang diperankan oleh Bruce Willis di film ini ternyata hantu yang mengikuti anak kecil yang diperankan Haley Joel Osment.

Film ini jadi penentu bagi karir sutradara dan penulis M. Night Shyamalan.

Lahir di India dan besar di Amerika, Shyamalan membangun reputasi dengan film-film supernatural yang berakhiran dengan twist. Namun tak ada yang seikonik The Sixth Sense.

Di Hollywood film ini awalnya tak dianggap...

M Night Shyamalan dalam pemutaran khusus The Sixth Sense
Getty Images
FIlm M. Night Shyamalan ini sempat dianggap risiko besar yang membuat seorang eksekutif Disney kehilangan pekerjaan.

The Sixth Sense adalah film Shyamalan ketiga dan film-film ia sebelumnya tidak sukses.

David Vogel, eksekutif di Disney Studios membeli naskah film itu dan membolehkan Shyamalan menyutradarinya. Ia dianggap mengambil risiko besar saat itu.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved