BBC

Enam alasan kenapa The Sixth Sense tetap jadi film ikonik sesudah 20 tahun

Beredar perdana di tahun 1999, The Sixth Sense telah menjadi salah satu film kasik, dan kecohan di penghujung film hanya salah satu magnet film.

Internet memang ada di tahun 1999, tetapi belum didominasi media sosial. Kalau The Sixth Sense beredar sekarang, mungkin kita sudah dapat bocorannya di Facebook atau Twitter.

Industri film saat itu juga belum terlalu paranoid soal pembocoran cerita seperti sekarang.

Tentu ada cerita dari mulut ke mulut, dan para wartawan juga sudah tahu lebih dulu. Namun di masa itu orang-orang cukup bisa menahan diri untuk tidak membocorkan akhir film kepada orang yang belum menonton.

Akting yang menawan

Haley Joel Osment dan Toni Colette di Sixth Sense
Getty Images
Haley Joel Osment dan Toni Colette mendapat nominasi Piala Oscar untuk peran mereka di The Sixth Sense.

The Sixth Sense mendapat enam nominasi Piala Oscar, dua di antaranya untuk akting: Toni Colette dan Haley Joel Osment, yang saat itu berumur sembilan tahun.

Penampilannya yang meyakinkan sebagai anak yang tersiksa oleh kemampuannya melihat hantu menjadi alasan terkuat kenapa penonton teralihkan dari kejutan yang ada di akhir film.

Bruce Willis yang biasanya berperan sebagai tukang kelahi juga mendapat pujian dan berhasil membangkitkan lagi karir aktingnya, yang saat itu masih sangat dipengaruhi perannya di film laga Die Hard.

Ironisnya, peran di The Sixth Sense sebetulnya merupakan bagian dari upaya Disney memberi kompensasi karena membatalkan proyek Broadway Brawler yang sedianya akan disutradarai Willis - yang keburu kehilangan uang akibat pembatalan itu.

The Sixth Sense hingga kini masih merupakan film berpendapatan tertinggi yang pernah dibintangi oleh Bruce Willis.

Menghidupkan kembali genre horor

Bruce Willis
Getty Images
The Sixth Sense adalah film paling laku yang pernah dibintangi oleh Bruce Willis.

Film horor di tahun 1999 sedang kehilangan peminat. The Blair Witch Project diedarkan tahun itu dengan promosi yang menipu calon penonton. Film ini kemudian jadi kasus penggunaan media untuk menimbulkan kehebohan sebelum mengedarkan sebuah film.

The Sixth Sense sukses menjalin cerita horor dengan tema-tema lain seperti kehidupan keluarga, kehilangan, perundungan anak dan drama masa pertumbuhan.

Kemampuannya untuk menahan penonton sembari menangkap emosi mereka membuat The Sixth Sense menjadi film ikonik dan masih dipandang hebat bahkan 20 tahun sejak pertama kali diedarkan di seluruh dunia.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved