PM Jepang Sangat Menyayangkan Pemutusan Sepihak Kesepakatan Kerja Sama dengan Korsel

PM Jepang Shinzo Abe sangat menyayangkan pemutusan sepihak kesepakatan kerja sama (informasi) militer dua negara dengan Korea Selatan.

PM Jepang Sangat Menyayangkan Pemutusan Sepihak Kesepakatan Kerja Sama dengan Korsel
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe jumpa pers, Jumat (24/8/2019) jam 11 pagi waktu Jepang sebelum berangkat ke Paris mengikuti pertemuan G7. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe sangat menyayangkan pemutusan sepihak kesepakatan (pakta) kerja sama (informasi) militer (keamanan) dua negara (Jepang-Korea Selaran) yang dinamakan GSOMIA (General Security of Military Information Agreement), Kamis (22/8/2019) oleh pihak Korea.

"Sangat disayangkan sekali pemutusan sepihak tersebut dan hal itu seharusnya jelas tak boleh terjadi," ungkap PM Jepang Shinzo Abe kepada para wartawan pagi, Jumat (23/8/2019) di depan kantor PM Jepang sebelum meninggalkan Jepang menuju Paris untuk menghadiri pertemuan G7.

Jepang berharap Korea dapat meninjau kembali keputusan tersebut, membicarakan baik-baik kembali kedua pihak sehingga bisa terjalin hubungan yang baik kembali.

Baca: Tiga Pelaku Pembantaian ABK di KM Mina Sejati Ternyata Ayah, Anak dan Paman

"Tampaknya ada pihak yang tidak bisa mengikuti dengan baik kesepakatan bersama ini dan itu jelas sangatlah disayangkan di tengah pentingnya hubungan kedua negara saat ini," kata PM Abe.

PM Jepang Shinzo Abe hari ini tepat berkuasa selama 2.798 hari, yang terpanjang dalam sejarah Jepang setelah Perang Dunia II.

Sebelumnya adalah PM Eisaku Sato yang juga berkuasa sangat panjang di Jepang.

Demikian pula PM Katsura Taro sangat panjang kekuasaannya sebagai PM Jepang, terpanjang selama masa sebelum Perang Dunia II.

Baca: Digiring Satpol PP Sedang Bersama Seorang Wanita di Hotel, Aceng Fikri: Ini Satu-satunya Istri Saya

PM Abe akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Partai Liberal (LDP) bulan September 2021 yang berarti nantinya dia akan menjadi PM Jepang dengan masa terpanjang dalam sejarah negara Jepang.

Sistem pemerintahan Jepang yang menjadi ketua partai, menjadi otomatis PM Jepang apabila partai tersebut menguasai dua per tiga kursi di parlemen.

Seorang pengamat Jepang Korea, Nakamura mengungkapkan kekesalan Korea diperkirakan karena hubungan AS-Jepang terlalu dekat.

Informasi dari Presiden Donald Trump kepada Jepang tidak disampaikan kepada Korea Selatan sepenuhnya, sehingga membuat Korea menganggap tidak perlu lagi hubungan keamanan kedua negara tersebut (Jepang-Korea).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved