Pesawat Mendarat Tajam di Wilayah Moskow, Pilot Tewas, Seorang Anak Terluka

Sebuah pesawat Sigma yang membawa pilot dan seorang penumpang, secara mendadak melakukan pendaratan tajam pada Sabtu lalu, di wilayah Moskow, Rusia.

Pesawat Mendarat Tajam di Wilayah Moskow, Pilot Tewas, Seorang Anak Terluka
Sputnik News
Sebuah pesawat Sigma yang membawa pilot dan seorang penumpang, secara mendadak melakukan pendaratan tajam pada Sabtu lalu, di wilayah Moskow, Rusia. Insiden itu menewaskan sang pilot dan melukai seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seperti yang disampaikan layanan darurat setempat. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Sebuah pesawat Sigma yang membawa pilot dan seorang penumpang, secara mendadak melakukan pendaratan tajam pada Sabtu lalu, di wilayah Moskow, Rusia.

Insiden itu menewaskan sang pilot dan melukai seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seperti yang disampaikan layanan darurat setempat.

"Sebuah pesawat ringan melakukan pendaratan keras di dekat Desa Minino di Distrik Kota Klinsk."

"Seorang pilot dan seorang anak berusia 12 tahun berada di dalamnya, sang pilot tewas dan anak itu kini sedang dirawat intensif oleh petugas medis."

Remaja tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana petugas medis menduga remaja tersebut kemungkinan mengalami patah tulang belakang akibat kecelakaan itu.

Sebuah pesawat Sigma yang membawa pilot dan seorang penumpang, secara mendadak melakukan pendaratan tajam pada Sabtu lalu, di wilayah Moskow, Rusia. Insiden itu menewaskan sang pilot dan melukai seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seperti yang disampaikan layanan darurat setempat.
Sebuah pesawat Sigma yang membawa pilot dan seorang penumpang, secara mendadak melakukan pendaratan tajam pada Sabtu lalu, di wilayah Moskow, Rusia. Insiden itu menewaskan sang pilot dan melukai seorang anak perempuan berusia 12 tahun, seperti yang disampaikan layanan darurat setempat. (Sputnik News)

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (1/9/2019), Komite Investigasi Rusia telah membuka kasus tersebut untuk mengetahui apakah pilot itu mematuhi peraturan keselamatan selama mengoperasikan pesawat.

Menurut layanan darurat setempat, pesawat tersebut tidak dapat diperbaiki karena melakukan pendaratan sangat keras sehingga menyebabkan kerusakan parah pada komponen-komponennya.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved