Jepang Tidak Akan Pernah Buang Sampah Radioaktif ke Luar Negeri, Produksi Fukushima Aman Dikonsumsi

Bahkan makanan dan minuman serta segala yang diproduksi Fukushima dan sekitarnya sudah bisa dimakan dengan baik

Jepang Tidak Akan Pernah Buang Sampah Radioaktif ke Luar Negeri, Produksi Fukushima Aman Dikonsumsi
Richard Susilo
Rapat para pimpinan pejabat pemerintah mengenai perkembangan terakhir lokasi kecelakaan pembangkit nuklir Fukushima.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima terutama reaktor I saat ini dianggap pemerintah Jepang dan Tepco (perusahaan pengelola tenaga listrik Jepang) sudah menunjukkan jauh perbaikan menuju normal.

"Bahkan makanan dan minuman serta segala yang diproduksi Fukushima dan sekitarnya sudah bisa dimakan dengan baik," ungkap seorang pejabat pemerintah Jepang kepada Tribunnews.com Rabu ini (4/9/2019).

Olehkarena itu dalam menghadapi Olimpiade 2020, ada negara yang mengungkapkan akan membawa makanan minuman sendiri sangatlah ditentang pejabat tersebut.

"Rasanya tak perlu membawa makanan sendiri dari negaranya. Semua makanan di Jepang dan minuman termasuk produksi dari Fukushima sudah aman sekali saat ini tak ada dampak radiasi apa pun," tambahnya lagi.

Bahkan, lanjutnya, sangat ketatnya monitor Jepang terhadap makanan dan minuman yang beredar saat ini, jauh lebih ketat ketimbang ukuran keamanan (safety foods and drinks) yang ditentukan standar internasional.

Antisipasi terhadap polusi dan radiasi air ke laut juga dilakukan dengan semaksimal mungkin baik oleh Tepco maupun oleh pemerintah Jepang.

Demikian pula antisipasi kepada sampah nuklir tanah dan dari yang ada di masa lalu.

"Semua sampah nuklir tersbeut akan tetap berada di Fukushima dimasukkan ke lokasi yang sangat aman dan tidak akan di ekspor ke mana pun."

Jadi pihak Jepang tetap memonitor dan mengelola dengan baik semua sampah nuklir serta mengantisipasinya dnegan mencoba menurunkan kadar nuklirnya sehingga menjadi netral dan baik aman kembali di masa mendatang.

Memang semua pemulihan itu membutuhkan waktu tidak sedikit. Ada yang mengatakan bisa smapai 40 tahun.

"Namun dengan teknologi yang ada di Jepang serta teknologi lainnya yang dibawa masuk ke Jepang, kami telah mengantisipasi semua hal sampai detil agar keamanan masyarakat sekitarnya terutama, dapat terjaga sebaik mungkin. Demikian pula hasil produksi makanan dan minuman sebenarnya sudah normal baik kembali saat ini."

Pihak Jepang menggunakan sistim ALPS (Advanced Liquid Processing System) untuk mengantisipaso semua kontaminasi air yang terjadi di Fukushima.

Secara konkrit antara lain melakukan pemblokiran tanah dan lokasi air laut radius tertentu agar tidak terkontaminasi lebih lanjut dnegan radiasi yang ada dan bahkan air yang terkontaminasi di tangani dengan sistim yang ada sehingga kadar radiasi menjadi tertekan serendah mungkin, lalu dimasukkan ke dalam tanki khusus penyimpanan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved