Chiyoda Industry Indonesia Dapat Pasokan Dana Pinjaman 70 Juta Yen dari JBIC Jepang

Bank Kerja Sama Internasional Jepang (JBIC) memberikan pinjaman sebesar 70 juta yen kepada PT Chiyoda Industry Indonesia (CII).

Chiyoda Industry Indonesia Dapat Pasokan Dana Pinjaman 70 Juta Yen dari JBIC Jepang
Istimewa
PT Chiyoda Industry Indonesia di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bank Kerja Sama Internasional Jepang (JBIC) memberikan pinjaman sebesar 70 juta yen kepada PT Chiyoda Industry Indonesia (CII) yang diberikan langsung kepada kantor pusatnya di Jepang, Chiyoda Industry Co., Ltd, Kamis (5/9/2019) kemarin .

"Pinjaman tersebut dibiayai bersama dengan Kyoto Bank, Ltd. di mana dananya dibutuhkan untuk pembuatan dan penjualan suku cadang otomotif yang dibuat CII di Jawa Barat Indonesia," kata sumber Tribunnews.com, Jumat (6/9/2019).

Baca: Menaker Apresiasi Regulasi Baru Jepang Bidang Pemagangan dan Penempatan TKA

Chiyoda adalah perusahaan kecil dan menengah yang didirikan pada bulan Februari tahun 1955 dengan modal dasar 25 juta yen dan kini mempekerjakan sedikitnya 405 orang.

Produksinya berupa suku cadang fungsional untuk kursi mobil SUV dan minivan.

PT Chiyoda Industry Indonesia di Kawasan Industri MM2100
Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia
PT Chiyoda Industry Indonesia di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Jawa Barat 17530, Indonesia (Istimewa)

Pada 2013, CII didirikan sebagai basis manufaktur di Indonesia.

Karena permintaan untuk mobil di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan meningkat.

Chiyoda berencana untuk memperluas kapasitas produksi melalui investasi modal CII.

"Pinjaman ini berkontribusi untuk menjaga dan meningkatkan daya saing internasional industri Jepang melalui dukungan untuk pengembangan bisnis Chiyoda Industries di luar negeri," kata sumber itu.

JBIC memberikan pinjaman itu dengan suku bunga sekitar 1,5 persen per tahun.

JBIC akan terus membiayai pengembangan bisnis luar negeri perusahaan-perusahaan Jepang, termasuk perusahaan kecil dan menengah, di pasar-pasar yang berkembang seperti Asia Tenggara melalui pembentukan proyek dan fungsi pengambilan risiko dengan menggunakan berbagai metode keuangan sebagai lembaga keuangan publik Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved