Deutsche Welle

Atasi Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Rencanakan Hujan Buatan

Malaysia bersiap lakukan tabur benih awan setelah kualitas udara di sejumlah bagian negara itu mencapai tingkat tidak sehat akibat…

Pihak berwenang Indonesia telah mengerahkan ribuan personel tambahan sejak bulan lalu untuk mencegah terulangnya kebakaran 2015, yang merupakan yang terburuk selama dua dekade.

Di bawah tekanan dari negara tetangga, Presiden Joko Widodo bulan lalu memperingatkan bahwa para pejabat akan dipecat jika mereka gagal memadamkan kebakaran hutan.

Sejumlah sekolah di Indonesia diliburkan

Akibat tebalnya kabut asap, sejumlah sekolah pun terpaksa diliburkan atau memundurkan jadwal belajar mengajar mereka.

Di Riau, siswa sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pekanbaru, Riau, dipulangkan pada pukul 10.30 WIB karena kabut asap semakin pekat. Pihak sekolah mengatakan akan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada Selasa (10/09) dan Rabu (11/09) apabila intensitas kabut asap memburuk.

Sementara Dinas Pendidikan Sumatera Selatan mengatakan akan memundurkan jadwal masuk sekolah di Sumsel agar siswa tidak terlalu banyak terpapar kabut asap.

Titik panas tersebar di wilayah ASEAN

Ada lebih dari 2.500 titik panas diduga sebagai kebakaran hutan dan lahan terpantau di seluruh wilayah ASEAN melalui citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 sejak 4-7 September 2019.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, mengatakan jumlah titik panas di ASEAN dalam empat hari terakhir cenderung berfluktuasi.

"Pada 4 September 2019, BMKG memantau terdapat 727 titik panas di seluruh ASEAN, kemudian pada 5 September 2019 jumlah titik panas turun menjadi 516 titik. Pada 6 September 2019 jumlah titik panas kembali meningkat menjadi 619, kemudian di 7 September bertambah menjadi 648 titik," jelas Mulyono dalam keterangan tertulis, Minggu (08/09).

Titik panas itu tersebar di beberapa wilayah di Indonesia (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), dan ada juga di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, Timor Leste dan Thailand.

ae/hp (AFP, Kompas, liputan6.com)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved